Rabu, 12 Juni 2024

PERLU DICOBA NIH..! Putin, Pastikan AS Tak Akan Mampu Selamatkan Sekutu NATO-nya Jika Disikat Bom Nuklir Rusia

MOSKOW – Presiden Vladimir Putin mengatakan jika negara-negara anggota NATO di Eropa berhasil memprovokasi Rusia untuk melakukan respons nuklir, Amerika Serikat (AS) mungkin akan diam saja.

Berbicara di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF), Putin ditanya tentang retorika yang semakin agresif dari beberapa negara Eropa, yang disamakan oleh moderator Sergey Karaganov dengan tindakan menggonggong terhadap hyena.

“Negara-negara Eropa harus berpikir: jika pihak-pihak yang melakukan pertukaran nuklir dengan kita dilenyapkan, akankah Amerika terlibat dalam pertukaran tersebut, pada tingkat senjata strategis, atau tidak? Saya sangat meragukannya,” kata Putin menanggapi komentar Karaganov.

Presiden Rusia menjelaskan bahwa, meskipun Amerika Serikat dan Rusia sama-sama memiliki sistem peringatan dini yang dikembangkan dengan baik untuk mendeteksi rudal yang masuk, negara-negara anggota NATO di Eropa tidak memilikinya.

“Dalam hal ini, mereka kurang lebih tidak berdaya,” katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (9/6/2024).

“Selain itu, senjata nuklir taktis Rusia tiga hingga empat kali lebih kuat dibandingkan bom yang digunakan Amerika terhadap Hiroshima dan Nagasaki,” lanjut Putin.

“Kita mempunyai jumlah yang jauh lebih banyak—baik di benua Eropa, dan bahkan jika AS mendatangkannya dari Amerika—kita masih memiliki jumlah yang jauh lebih banyak.”

Perang nuklir semacam itu, kata Putin, akan menimbulkan korban yang tak terhingga. Meskipun tidak mengesampingkan perubahan terhadap doktrin nuklir Rusia, Putin mengatakan bahwa saat ini pihaknya hanya mengizinkan penggunaan senjata atom jika terjadi ancaman terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara Rusia, yang saat ini belum berlaku.

Bahkan, menurut Putin, tidak perlu membicarakan eskalasi nuklir ketika industri militer dan pertahanan Rusia sudah efektif dan jauh lebih mampu dibandingkan musuh-musuhnya dalam hal lapis baja dan kekuatan udara.

AS dan sekutu-sekutunya telah menyalurkan senjata, amunisi, dan peralatan ke Ukraina selama dua tahun terakhir, sambil bersikeras bahwa mereka ingin memberikan kekalahan strategis pada Rusia namun bukan pihak dalam konflik tersebut.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, dalam beberapa minggu terakhir, Washington, London, dan anggota NATO lainnya mengumumkan bahwa mereka mencabut pembatasan penggunaan senjata oleh Kyiv terhadap Rusia, sehingga memicu seruan agar Moskow melakukan pembalasan.

Mengutip kebutuhan untuk menyampaikan pesan kepada Barat, bulan lalu Kremlin memerintahkan distrik militer yang berbatasan dengan Ukraina untuk melakukan latihan penempatan senjata nuklir non-strategis. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru