Jumat, 4 September 2026

Rakyat Indonesia Timur Tuntut 50 Persen Kursi Kabinet

JAKARTA- Pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di Indonesia bagian timur merupakan kunci strategis bagi pembangunan nasional yang berkeadilan dalam pemerintahan Jokowi-JK mendatang. Untuk memastikannya maka dibutuhkan partisipasi kaum intelektual dan profesional dari Indonesia bagian timur ikut serta dalam kabinet Jokowi-JK. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Relawan Indonesia Timur untuk Jokowi-JK, Daniel Dhuka Tagukawi kepada Bergelora.com di Jakarta Selasa (26/8).

ā€œ50 persen atau sekurang-kurangnya 17 kursi kabinet seharusnya di berikan kepada profesional dan intelektual dari Indonesia Timur. Supaya pasti pembangunan danĀ Ā kesejahteraan rakyat di Indonesia timur dapatĀ Ā berkembang cepat mengejar Indonesia barat,ā€ tegasnya.

Kegagalan pembangunan kesejahteraan rakyat diĀ Ā Indonesia bagian timur menurutnya karena selama ini kabinet didominasi oleh kaum intelektual dan profesional dari Indonesia bagian barat. Sehingga sangat manusiawi prioritas pembangunan didominasi kepentingan pembangunan di Indonesia bagian barat.

ā€œSekarang kami tidak butuh janji-janji manis. Sudah sejak republik ini berdiri, rakyat kami dengar janji manis. Kami butuh komitmen kongkrit dari Jokowi-JK agar setidaknya 17 orang pimpinan Indonesia timur dapat ikut partisipasi dalam kabinet Jokowi JK,ā€ ujarnya.

Menurutnya, karena selama ini semua rezim pemerintahan yang pernah berkuasa sebelumnya minim melibatkan pimpinan-pimpinan dari Indonesia bagian timur menyebabkan pembangunan di Indonesia tidak menjadi signifikan.

ā€œAlasannya karena sebaran jumlah penduduk lebih banyak di Indonesia bagian barat. Khususnya di Jawa dan Sumatera. Ini sama saja membenarkan bahwa kalau penduduknya sedikit maka tidak perlu jadi prioritas pembangunan. Sebaliknya semua sumber daya alam dari Indonesia bagian timur justru lebih banyak dinikmati oleh penduduk yang tinggal di Indonesia bagian barat. Daerah kami hanya menjadi ladang ekspolitasi pemerintah pusat untuk penduduk yang berada di Indonesia barat.

Tugas Rangkap

Menurut wartawan senior Harian Sore Sinar Harapan ini, keterlibatan para 50% profesional dan intelektual dari Indonesia timur dalam Kabinet Jokowi-JK tentunya bukan untuk kepentingan daerah Indonesia Timur saja, tetapi juga untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

ā€œTujuh belas menteri dari Indonesia Timur ini justru punya tugas dan tanggung jawab rangkap yaitu menata Indonesia bagian barat yang sudah maju dan mempercepat pembangunan kesejahteraan rakyat di Indonesia bagian timur,ā€ tegasnya.

Menurutnya 17 orang menteriĀ Ā yang berasal dari Indonesia timur itu adalah dari Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Selawesi Tengah, Selawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara.

ā€œKami optimis dengan komposisi 17 menteri dari Indonesia bagian timur maka akan terjadi akselerasi pembangunan kesejahteraan yang signifikan di setiap daerah dari pemerintah Jokowi-JK,ā€ ujarnya. (Calvin G. Eben-Haezer)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles