Kamis, 22 Oktober 2026

RI TAK TAKUT ANCAMAN SIAPAPUN..! Saya Ikuti Garis Politik Pak Joko Widodo

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan dirinya mengikuti garis politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang punya hubungan baik dengan semua tetangga.

Prabowo menegaskan ini saat membahas soal sikap politik luar negerinya, dalam Sidang Kabinet Paripurna, yang bertepatan pada momen dua tahun pemerintahannya.

“Dari sejak awal, bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden, saya masih jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo,” kata Prabowo, dalam pidatonya, di Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Saya mengikuti juga garis politik Pak Joko Widodo pada saat itu, kita ingin punya hubungan baik dengan semua tetangga kita,” sambung Prabowo.

Menurut Prabowo, dirinya kerap keliling negara tetangga untuk menjalin hubungan baik.

“Saya keliling, saya mau kerja sama dengan mereka. Apa yang mereka minta sebagian besar saya ikuti, dan itu yang berusaha kita pegang teguh,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengakui dirinya memegang prinsip seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak.

“Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah: seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Saya ingin menjadi the good neighbor. Yang saya ingin jalankan adalah the good neighbor policy,” ucap dia.

Prabowo pun menegaskan dirinya mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan kelompok.

“Demikian juga dalam garis politik saya dalam negeri. Saya mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan kelompok,” kata dia.

Maka itu, Prabowo banyak merangkul setiap kekuatan demi masa depan bangsa Indonesia.

“Karena itu, saya berusaha untuk merangkul semua kekuatan. Karena kesadaran saya, bahwa kondisi global sekarang penuh kerawanan. Karena kesadaran saya melalui pengalaman saya yang cukup lama di bidang keamanan, di bidang politik, di mana politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan,” ujar dia.

Indonesia Tak Takut

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (22/10) dilaporkan namun demikian Prabowo menyatakan Indonesia tidak owrnah takut dengan ancaman dari manapun.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto buka suara terhadap pernyataan lembaga indeks global, MSCI yang menyatakan bahwa status bursa saham Indonesia berpotensi turun kelas dari emerging market ke standalone.

Prabowo mengatakan, MSCI hanya ingin menggertak para investor pasar modal. Sebab, menurutnya, para pelaku pasar baik regulator maupun emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia telah bekerja dengan baik.

“Kita masih banyak gangguan, masih banyak kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita,” ujarnya dalam Pidato Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca:Monitor Efek MSCI, Bos BI: Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali

Prabowo mengatakan dengan tegas bahwa Indonesia tidak takut pada pernyataan MSCI yang sempat menghantam pasar saham hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok meninggalkan level 5.000 .

“Saya hanya katakan pada MSCI bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar,” ucapnya.

Prabowo mengakui, tantangan Indonesia yang akan dihadapi cukup besar. Namun, Indonesia memiliki keberanian untuk menghadapinya.

“Kita tidak takut kita punya kekuatan keberanian, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak mengenal menyerah saudara-saudara sekalian,” tutupnya. (Web Warouw(

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles