MEDAN – Wakil Ketua MPR RI Dr Ahmad Basarah mengharapkan UINSU (Universitas Islam Nasional Sumatera Utara) Medan menjadi salah satu kampus laboratorium berbasis penguatan ideologi Pancasila. Pasalnya, ajaran Islam sudah sejalan dengan lima sila dari Pancasila yang diajarkan para pendahulu bangsa Indonesa.
“Pancasila sudah final. Ajaran Islam selaras dengan Pancasila, karena itu saya mengharapkan kampus ini (UINSU–red) menjadi laboratorium penguatan ideologi Pancasila,” kata Ahmad Basarah pada Seminar Nasional Deradikalisasi dan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Forum Pusat Kajian Deradikalisasi dan Moderasi Beragama (FPKDMB) UINSU, di UINSU, Selasa (26/11).
Hadir pada Seminar Nasional itu, selain dihadiri Wakil Ketua MPR RI Dr Ahmad Basarah, menampilkan Gubernur Lemhanas Letjed TNI (Purn) Agus Widjodjo, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Beny Susatyo, tokoh pluralisasi Bunda Indah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wagub Musa Rajeksah, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto yang diwakili Wakaloldasu, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, Pangdam I/BB, Ketua Dewan Pengarah FPKDMB TGB Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk, Rektor UINSU TGS Prof Dr Saudurrahman MAg dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Ahmad Basarah dalam penyampaian materi seminarnya mengaitkan Islam dan Pancasila. Ia menyinggung peran Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia dalam memperjuangkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Menurutnya, Soekarno adalah presiden yang menginisiasi berdirinya Pancasila bersama beberapa golongan.untuk memperkiat ideologi negara.
Bahkan menurutnya, Soekarno memasukkan penambahan golongan Islam untuk merumuskan isi Pancasila dalam memperkuat penempatan sila yang terkandung dalam Pancasila. Termasuk menambah golongan Islam tidak hanya dari NU dan Muhammadiyah.
“Atas dasar itulah, ideologi keislaman Soerkarno tidak perlu diragukan lagi. Soekarno merupakan muslim sejati sepanjang tokoh pejuang bangsa Indonesia,” kata Basarah.
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa Islam tidak pernah memaksakan orang lain untuk beragama sama dengan umat Islam. Karena pluralitas adalah sunnatullah. Dalam Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam di banyak ayat juga disebutkan, manusia sengaja dibuat bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar bisa saling kenal mengenal, saling menghormati dan menghargai serta untuk berlomba membuat kebaikan.
“Dalam mendirikan negara Indonesia, peran Soekarno dan para ulama sudah melakukan ijtimak untuk menetapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa sebagai jalan tengah ideologi agama dan ideologi sekuler. Ideologi Pancasila diambil sebagai bentuk kompromi dan kesepakatan untuk menyatukan berbagai pendapat serta melihat kepluralitasan bangsa Indonesia baik dari segi suku, agama dan keyakinan,” katanya.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Rektor UINSU Prof Dr Saidurrahman MAg mendukung pernyataan Wakil Ketua MPR Ri Ahmad Basarah terkait menjadikan UINSU laboratorium pembinaan ideologi pancasila.
Pihaknya kata dia sesegera mungkin menyiapkan lembaga khusus dan SDM yang menangani pembinaan ideologi pancasila tersebut. (Sugianto)

