Minggu, 21 Juli 2024

SELAMAT JALAN KAWAN..! Wakil Ketua Komnas HAM Kenang Raharja Waluya Jati Sosok Konsisten Perjuangkan Keadilan

JAKARTA — Ratusan pelayat mengiringi kepergian Raharja Waluya Jati, seorang aktivis kemanusiaan 1998 yang meninggal dunia hari ini di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Dari pantauan di lokasi sekira pukul 11.00 WIB, selain ratusan aktivis, sejumlah pejabat nampak hadir di rumah duka RSCM tersebut.
Seperti, Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai; Anggota DPR RI; Faisol Riza, Wakil Menteri KomunIkasi dan Informatika (Kemenkominfo), Nezar Patria; Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid; Komisaris PLN, Eko Sulityo dan beberapa pejabat lainnya.

Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM Abdul Haris Semendawai saat ditemui usai melayat aktivis 98, Raharja Waluya Jati yang meninggal dunia hari ini, Selasa (8/8/2023). Kepergian Raharja Waluya Jati adalah kehilangan mendalam karena sosok yang konsisten memperjuangkan keadilan dan HAM. (Ist)

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai menyebut jika kepergian Jati adalah kehilangan mendalam buatnya.

Pasalnya bukan hanya dikenal sebagai teman, Haris mengatakan jika Jati merupakan sosok yang konsisten memperjuangkan keadilan dan HAM.

“Saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Raharja Waluya Jati, beliau ini meninggal muda bisa jadi karena memang almarhum ini orangnya baik dan dari dulu konsisten memperjuangkan penegakan kemajuan hak asasi manusia,” ujar Haris saat ditemui di depan rumah duka RSCM, Selasa.

“Dan juga dari dulu berjuang untuk menegakkan keadilan,” lanjutnya.

Haris sendiri, mengaku sudah mengenal Jati sejak ia masih dibangku perkuliahan.

Kala itu, ia yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) dan Jati sebagai mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), terlibat dalam satu organisasi yang sama.

“Dan kami lihat salah satu aktivitas yang dia lakukan itu adalah voice of human right, itu salah satu bentuk kepedulian, keprihatinan dia terhadap kondisi hak asasi manusia,” ungkap Haris.

“Jadi dia ingin menunjukkan komitmen dia terhadap tegaknya hak asasi manusia,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Haris berharap perjuangan almarhum Jati tidak sia-sia dan terus dikenang meski kini raganya sudah tak lagi bernyawa.

Pasalnya, kata Haris, Jati adalah sosok yang memiliki ribuan ide cemerlang, terutama demi tegaknya keadilan.

“Saya tidak kenal dia dekat sekali secara pribadi, tetapi sudah mengenal, dulu dia di UGM saya di UII, sama-sama berjuang untuk menegakkan hak asasi manusia,” kata dia.

“Dulu kami sama-sama terlibat di forum komunikasi mahasiswa, terlibat dalam berbagai kegiatan itu dan kemudian kami juga peduli dengan isu-isu ketimpangan sosial, ketidakadilan, penggusuran dan kami berjuang bersama,” imbuh dia.

Haris berujar, kenangan terakhirnya bersama Jati adalah kala keduanya sama-sama menjadi anggota di Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (LSAM).

“Jadi banyak ide-ide beliau terkait perjuangan hak asasi manusia yang coba disampaikan dalam berbagai pertemuan untuk bisa dimasukkan dalam program-program yang ada di LSAM,” kata dia.

Oleh karenanya, Haris mengungkap jika kehadirannya kali ini merupakan bentuk penghormatan terakhirnya sebagai teman Jati semasa hidupnya.

Di akhir, ia berharap agar keluarga Jati bisa tabah menerima takdir yang Maha Kuasa.

“Kami tahu bahwa kehilangan Waluya Jati ini bukan kehilangan seorang anggota keluarga, tetapi juga kehilangan seorang teman dan orang-orang yang dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Korban Penculikan

Untuk diketahui, Jati merupakan salah satu korban penculikan oleh Kopassus pada Maret 1998.

Saat diculik, dia dipukul, disundut rokok, dijerat lehernya, bahkan hingga disetrum dengan tongkat listrik. Ia diculik ketika sedang bersama Faisol Riza berjalan dari YLBHI di Cikini.

Kala itu, ia adalah salah satu pimpinan Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan tengah belajar di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM).

Terkini, pihak keluarga mengatakan bahwa jenazah Jati akan dimakamkan di Jalan Cangkring Indah Gang Bayam No.43, RT 8/RW 32, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Ngemplak, DI Yogyakarta, siang ini.

Adapun ia, bakal dikebumikan pada Rabu (9/8/2023). (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru