Senin, 27 April 2026

SIAPKAN PETI MATI MEREKA JENDERAL..! Prabowo Tunjuk Pengusaha Nakal Jadi Biang Kerok Kebocoran Kekayaan RI

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia memiliki kekuatan besar sebagai bangsa berupa kekayaan negara. Hanya saja selama kekayaan alam dan seisinya itu dinilai Prabowo belum secara optimal dikendalikan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan rakyat.

Dia mengatakan korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan dan lain sebagainya membuat kekayaan negara Indonesia mengalami kebocoran. Secara khusus dia juga menunjuk hidung pengusaha-pengusaha nakal yang berani kongkalikong dengan oknum-oknum penjahat di dalam tubuh pemerintah.

Praktik-praktik tersebut telah terjadi bertahun-tahun lamanya membuat kekayaan negara banyak yang hilang padahal menurutnya kekayaan itu bisa jadi modal bagi Indonesia untuk menghadapi bencana dalam jenis apapun.

“Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara. Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apa pun,” beber Prabowo dalam pidato secara virtual untuk meresmikan beberapa jembatan, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak pernah berlindung di belakang peraturan. Sistem yang dibuat pemerintah juga tidak melindungi praktik-praktik jahat yang dilakukan.

Prabowo juga menekankan kekayaan negara seharusnya dapat digunakan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan, tak terkecuali dampak perang di Timur Tengah. Menurutnya kekayaan negara akan digunakan menjadi kekuatan besar Republik Indonesia.

“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar,” beber Prabowo.

Prabowo melihat pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kesulitan yang akan dihadapi bangsa, akibat situasi yang penuh konflik di berbagai kawasan, termasuk timur tengah. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah akan menghadapi persoalan ini secara terbuka, dan tidak berlindung di balik sistem yang sudah berjalan.

Kekayaan Melimpah

Dalam kesempatan itu Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah dan harus dikelola dengan baik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, secara khusus dia menyoroti praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, hingga kolusi dengan pengusaha nakal uang dinilai menjadi sumber kebocoran keuangan negara.

“Untuk itu saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal,” tegas Prabowo, dalam sambutan.

“Ini yang mengakibatkan kebocoran negara. Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apa pun,” imbuhnya.

Baca: Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Seluruh RI, Dibangun Hanya 2,5 Bulan

Prabowo menjelaskan kebocoran itu membuat keuangan negara tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghadapi berbagai tantangan seperti bencana maupun dampak perang yang terjadi di timur tengah.

“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi. Kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan, kita punya kekuatan yang besar,” tuturnya.

Prabowo Tantang Adu Kuat

Sebelumnya.kepada Bergelora.com di Jakarta.dilaporkan, Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintahannya tak akan membiarkan para pelaku tindak pidana korupsi untuk terus terhindar dari proses hukum atau kerap disebut ‘untouchable’. Dia memberi peringatan terhadap para pengusaha nakal untuk berhenti mencari keuntungan pribadi melalui sejumlah tindakan melawan hukum.

Dia pun menantang para pengusaha nakal dan pelaku tipikor untuk mengadu kekuatan. Apakah para pelaku tetap memiliki kekuatan dan pengaruh besar untuk terus terhindar dari hukum, atau justru pemerintah berhasil membuktikan bahwa semua orang berada di posisi yang sama di hadapan hukum.

Hal ini diungkap usai Prabowo mengapresiasi kejaksaan Agung menyita Rp13,2 triliun dari Rp17 triliun kerugian negara yang dilakukan tiga grup perusahaan sawit besar dalam kasus korupsi ekspor CPO. Selain itu, kejaksaan juga menyita enam perusahaan smelter dari kasus korupsi tata kelola niaga di IUP PT Timah tbk; serta terjeratnya pengusaha minyak besar Muhammad Riza Chalid di kasus korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina.

“Namun yang kuat kalau melanggar hukum, iya, kita adu kekuatan. Kuat negara atau kuat mereka? Jangan mereka mengira Indonesia lemah,” ujar Prabowo dalam agenda Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara, Senin (20/10/2025).

“Pengusaha-penngusaha saya ingatkan dunia makin sempit, bumi makin kecil oleh teknologi dan peradaban. Sehingga kalau para pengusaha serakah menganggap bisa menipu terus menerus bangsa sebesar Indonesia; saya kira itu kita akan buktikan bahwa kita masih eksis, masih kuat, dan bertekad menegakkan kedaulatan kita demi rakyat kita.” (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles