JAKARTA- Aktivis 98 yang tergabung dalam 98 Resolution Network menyalurkan donasi Rp98 juta kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) untuk membantu penanganan krisis kesehatan akibat banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Donasi diserahkan langsung Koordinator 98 Resolution Network Haris Rusly Moti dan diterima Ketua Umum PB IDI Prof. Dr. dr. Slamet Budiarto, SH, MHKes di Sekretariat PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 16 Desember 2025.

“IDI adalah wadah yang tepat untuk menyalurkan donasi solidaritas sesama warga negara dalam membantu penanganan gangguan kesehatan dan munculnya wabah penyakit akibat bencana Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh,” ujar Haris Rusly Moti dilaporkan Bergelora.com di Jakarta, Rabu (17/12).
Ia menegaskan, donasi Rp98 juta ini merupakan tahap awal dan penggalangan dana lanjutan akan terus dilakukan.
Sementara itu, Slamet Budiarto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan memastikan dana akan digunakan sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan korban bencana.
“Saat ini kami sudah menerjunkan dokter-dokter ke pelosok atau daerah yang terdampak bencana Sumatera dan Aceh. Langkah ini terus akan kami lakukan dengan dukungan banyak pihak dan masyarakat yang peduli masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Slamet yang juga Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP).
Sudah 1.053 Meninggal, Terbanyak di Provinsi Aceh

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Indonesia sedang berada dalam masa berkabung nasional. Memasuki hari Rabu, (17/12/2025), data terbaru dari BNPB yang dilihat pukul 06.56 WIB mencatat angka korban jiwa yang sangat menyayat hati. Sebanyak 1.053 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah Sumatera.
Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menyisakan trauma bagi 7.000 warga yang terluka dan ketidakpastian bagi keluarga dari 200 orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang di bawah timbunan longsor dan sapuan banjir bandang.
Dalam data tersebut disebutkan Provinsi Aceh mencatatkan angka kehilangan yang paling besar. Hingga pagi ini, tercatat 449 orang meninggal dunia di Serambi Mekkah. Selain itu, 31 orang masih hilang dalam pencarian, sementara beban medis sangat berat dengan adanya 4.300 warga yang mengalami luka-luka.
Adapaun kondisi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat tak kalah mencekam. Di Sumatera Utara, sebanyak 360 orang meninggal dunia, dengan 79 orang masih hilang dan 2.300 jiwa menderita luka-luka.
Sementara itu, di Sumatera Barat, korban jiwa mencapai 244 orang. Namun, tingkat ketidakpastian di wilayah ini sangat tinggi karena masih ada 90 orang yang hilang dalam proses pencarian, sementara 382 orang lainnya luka-luka.
Berdasarkan rincian data per kabupaten, ada tiga wilayah yang menjadi titik paling mematikan dalam bencana kali ini. Yaitu Kabupaten Agam (Sumatera Barat), menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, 184 orang meninggal dunia.
Aceh Utara (Aceh) mencatat angka kematian yang memilukan sebanyak 164 orang. Dan Tapanuli Tengah (Sumatera Utara) dilaporkan sebanyak 127 orang meninggal dunia.:
Polri kembali mengirimkan personel hingga bantuan logistik untuk korban terdampak bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II.
“Polri hadir di lokasi bencana bukan sekadar simbolis. Kami benar-benar datang untuk membantu dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat di lapangan,” kata Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa.
Fadil mengatakan Polri mengerahkan 237 personel terpilih yang terdiri atas 226 personel Brimob, dua perwira pendamping, empat pengemudi ambulans, serta lima personel Korps Polairud Baharkam Polri.
Selain itu, Polri juga mengirimkan 75 unit kendaraan yang meliputi ambulans, kendaraan logistik, dapur lapangan, motor trail, hingga perahu amfibi (swamp boat).
Sementara itu, bantuan logistik yang dikirimkan, antara lain tenda pengungsian, genset, sistem pengolahan air bersih, serta bahan pangan siap saji.
41 RS Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Beroperasi Kembali
Sebelumnya dilaporkan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan, 41 rumah sakit (RS) yang sebelumnya terdampak bencana di Sumatera kini sudah beroperasi kembali. Hal tersebut disampaikan Budi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
“Itu 41 rumah sakit yang sempat tidak beroperasi, sekarang alhamdulillah 100 persen sudah mulai beroperasi walaupun bertahap,” ujar Budi dalam sidang kabinet paripurna, Senin.
Budi melanjutkan, instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang operasi menjadi yang dibuka pertama kali, sebelum akhirnya kembali ke layanan penuh.
Salah satu rumah sakit yang menjadi perhatian adalah Rumah Sakit Tanjungpura yang terletak Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Rumah sakit tersebut terdampak banjir cukup parah, tetapi kini telah kembali memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kemarin banjir, hari ini sudah beroperasi. Memang masih terbatas di IGD dan operasi, tapi akan terus kami tingkatkan sampai layanan penuh bisa berjalan,” ujar Budi.
Selain rumah sakit, Budi juga menyampaikan bahwa ada sekitar 1.000 puskesmas yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Budi mengatakan, banyak puskesmas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hanyut tak tersisa.
“Dari hampir 1.000 puskesmas, itu sekitar 500-an terdampak. 414 sudah beroperasi, kita masih ada yang tidak beroperasi sekitar 50-an,” kata Budi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh puskesmas dapat dioperasikan kembali dalam dua pekan ke depan.
800 Ribu Orang Di Posko Pengungsi
Budi menjelaskan, ketersediaan pelayanan puskesmas di lokasi terdampak bencana sangat penting karena saat ini masih ada 800.000 lebih masyarakat yang tinggal di posko pengungsian.
“Dia penting untuk melayani kesehatan masyarakat yang masih tinggal di rumah dan juga melayani kesehatan masyarakat 800.000 yang ada di posko pengungsian. Kami butuh bantuan Bapak supaya ini bisa dijalankan,” ujar Budi. (Web Warouw)

