Sabtu, 25 April 2026

Surat Bidan Desa Cirebon Buat Siti Fadilah : Semangatmu Terus Menyala Di Hati Kami, Ibu!

Bidan-bidan desa dari Cirebon saat mengunjungi Siti Fadilah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Ist)

JAKARTA- Siti Fadilah sudah dipenjara di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, atas tuduhan yang tidak pernah terbukti didalam sidang pengadilan. Walau demikian dipenjara, namun semangat mantan Menteri Kesehatan yang pernah menggratiskan biaya kesehatan rakyat, tetap menyala ditengah bidan-bidan desa.

“Ibu, kami akan terus membelai rakyat kami seperti ibu membelai kami.  Akan kami pastikan  bahwa di tangan kami tidak ada rakyat kita yang kesakitan tidak mendapatkan pertolongan dan tidak ada lagi ibu melahirkan yang tidak tertolong. Kami akan menjadi obor penerang didesa-desa,  kami akan menjadi pelopor kesehatan yang berkeadilan didesa-desa. Semangatmu terus menyala di hati kami ibu,” demikian surat Bidan Tari R. Lestari dari Cirebon  kepada Siti Fadilah yang diterima Bergelora.com di Jakarta, Senin (5/6).

Ia mengatakan bahwa seluruh bidan desa di Cirebon bangga mengenal Siti Fadilah dan selalu mendoakan walaupun terpisah jauh di dalam penjara.

“Untaian doa dan harapan ibu menjadi sabda yang akan kami laksanakan dalam kehidupan kami sehari-hari, hingga jiwa Siti Fadilah Supari tetap Merdeka dalam raga kami yang terus mengabdi kepada rakyat. Kami akan bekerja keras untuk membuat ibu bangga memiliki anak-anak seperti kami,  sebagaimana kami bangga memiliki seorang ibu siti fadilah supari,” ujar Tari.

Di bawah ini surat lengkap dari Cirebon itu :

Dear ibu kami tersayang (DR dr Siti Fadilah Supari). . . .

Assalamualaikum ibu yang sangat kami cintai.

Pesan moral Ibu untuk bidan desamu telah kami bacakan tepat ditanggal 26 April 2017 saat Acara Forum Publik  ‘MENGUATKAN PERANAN BIDAN DESA DALAM STRATEGI KETAHANAN NASIONAL’, yang dihadiri Bapak Bupati kami yang sangat baik,  Bp Dirjend Kementrian Desa PDTT,  dan Sahabat Ibu,  Ibu Nurmala Kartini Panjaitan Sjahrir.

Berbagai rasa bersatu padan dalam hati kami.

Tak pelak berandaipun turut bermain dalam hati dan fikiran kami,  seandainya ibu dapat memeluk kami saat itu,  seperti Ibu Kartini yang memeluk kami dengan Bangga dan Cintanya.  Tapi tak mengapa suatu saat nanti Ibu juga pasti akan memeluk kami dengan bangga,  seperti pesan moral ibu yang telah memeluk keteguhan jiwa kami untuk terus setia dalam perjuangan,  agar kedaulatan kesehatan didesa-desa  dapat benar-benar dirasakan oleh rakyat kita, rakyat yang sangat ibu cintai dan perjuangkan dari saat ibu menjadi Menkes dahulu.

Oh iya Ibu dihari berikutnya 28 April 2017 Bp Mendes PDTT berkenan hadir memenuhi undangan kami di desa. Beliau sangat baik dan dengan bangga menyampaikan bahwa kedatangan beliau ke Cirebon adalah memenuhi undangan Bidan-bidan yang katanya cantik berhati emas yang setia mengabdi kepada masyarakat didesa-desa.

Ibu, kami akan terus membelai rakyat kami seperti ibu membelai kami.  Akan kami pastikan  bahwa di tangan kami tidak ada rakyat kita yang kesakitan tidak mendapatkan pertolongan dan tidk ada lagi ibu melahirkan yang tidak tertolong. Kami akan menjadi obor penerang didesa2,  kami akan menjadi pelopor kesehatan yang berkeadilan didesa2.

Untaian doa dan harapan ibu menjadi sabda yang akan kami laksanakan dalam kehidupan kami sehari-hari, hingga jiwa Siti Fadilah Supari tetap Merdeka dalam raga kami yang terus mengabdi kepada rakyat.

Kami akan bekerja keras untuk membuat ibu bangga memiliki anak2 seperti kami,  sebagaimana kami bangga memiliki seorang ibu siti fadilah supari.

Yang terjadi pasti akan segera berlalu,  ibu harus semangat dan kuat,  maaf jika bakti kami belumlah sempurna seperti kesempurnaan cinta ibu yg telah menempa jiwa kami. Salam hormat dan peluk sayang kami ibu,  kami sangat mencintaimu. Cirebon 5 Juni 2017 (Enrico N. Abdielli)

Album Baru John Tobing:  Bergeraklah Mahasiswa! (Ist)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles