Minggu, 19 April 2026

Tepat..! Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013 Harus Berbasis Pancasila

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari dalam Rakor Kemenko PMK berjudul ‘Pendidikan karakter Pancasila dan Revolusi Mental’ di Kota Kediri Selasa (18/7).

KEDIRI- Dalam rangka persiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diarahkan pada pembentukan karakter, harus dipastikan muaranya adalah Pancasila. Hal ini karena Pancasila adalah jiwa dan kepribadian Indonesia, sehingga karakter yang terbentuk adalah mencerminkan sila-sila dalam Pancasila.

“Pendidikan karakter bukan check kosong, tapi harus karakter Pancasila karena koruptor juga berkarakter, jihadis pro ISIS juga berkarakter. Tapi keduanya kan justru merugikan bangsa dan negara,” kata Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari dalam Rakor Kemenko PMK berjudul ‘Pendidikan karakter Pancasila dan Revolusi Mental’ di Kota Kediri Selasa (18/7).

Narsum lainnya adalah  Dr. Femmy Eka Kartika Putri M.Ps, Asisten deputy pendidikan Kemenko PMK, Dr Awalludin Tjalla, Direktur Pusat Kurikulum dan Buku Kemendikbud serta Satriyani MP, Kepada Sekolah SMP Pawyatan Daha 1 Kediri. Rakor dihadiri oleh seluruh Kepsek SMP dan SMA se Kota Kediri.

“Pendidikan karakter berbasis Pancasila akan bisa mewujudkan siswa yang berintegritas, ber-ethos kerja tinggi dan berjiwa gotong royong, karena 3 hal itulah muatan Revolusi Mental,” papar Dr Femmy yang pada kesempatan tersebut mengajak peserta mempraktekkan yel Revolusi Mental.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari dalam Rakor Kemenko PMK berjudul ‘Pendidikan karakter Pancasila dan Revolusi Mental’ di Kota Kediri Selasa (18/7) dihadiri oleh seluruh Kepsek SMP dan SMA se Kota Kediri. (Ist)

Dr Femmy berharap, Kota Kediri mempelopori implementasi Kurikulum 2013 mengingat sudah ada best practice dari SMP Pawyatan Daha 1 Kediri yang menonjolkan nilai nasionalisme, sila 3 dari Pancasila.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Pancasila yang merangkul kebhinekaan dalam kesetaraan harus diwujudkan dengan merayakan keberagaman pula dalam sistem pendidikan. Masing-masing sekolah bisa mengembangkan ciri khas yang merupakan keunggulan sekolah tersebut sesuai situasi dan lingkungan setempat. Sehingga, Pancasila  menjadi aktual, relevan, dan kontektual  – mampu menjadi living ideology.

“Keberagaman itu output-nya sama yaitu siswa yang berdaulat sehingga punya life skills untuk menolak drugs, radikalisme, pornografi, berdikari serta berkepribadian dalam kebudayaan,” tegas Eva Sundari mengingatkan.

Dia menambahkan bahwa idealnya, pendidikan sekolah terintegrasi dengan pembinaan lingkungan serta keluarga, sehingga tantangannya adalah bagaimana sekolah mampu melibatkan keduanya untuk mewujudkan pendidikan karakter berbasis Pancasila kepada siswa-siswinya. (Ardiansyah Mahari)

 

Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013 Harus Berbasis Pancasila

KEDIRI- Dalam rangka persiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diarahkan pada pembentukan karakter, harus dipastikan muaranya adalah Pancasila. Hal ini karena Pancasila adalah jiwa dan kepribadian Indonesia, sehingga karakter yang terbentuk adalah mencerminkan sila-sila dalam Pancasila.

“Pendidikan karakter bukan check kosong, tapi harus karakter Pancasila karena koruptor juga berkarakter, jihadis pro ISIS juga berkarakter. Tapi keduanya kan justru merugikan bangsa dan negara,” kata Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari dalam Rakor Kemenko PMK berjudul ‘Pendidikan karakter Pancasila dan Revolusi Mental’ di Kota Kediri siang tadi (18/7).

Narsum lainnya adalah  Dr. Femmy Eka Kartika Putri M.Ps, Asisten deputy pendidikan Kemenko PMK, Dr Awalludin Tjalla, Direktur Pusat Kurikulum dan Buku Kemendikbud serta Satriyani MP, Kepada Sekolah SMP Pawyatan Daha 1 Kediri. Rakor dihadiri oleh seluruh Kepsek SMP dan SMA se Kota Kediri.

“Pendidikan karakter berbasis Pancasila akan bisa mewujudkan siswa yang berintegritas, ber-ethos kerja tinggi dan berjiwa gotong royong, karena 3 hal itulah muatan Revolusi Mental,” papar Dr Femmy yang pada kesempatan tersebut mengajak peserta mempraktekkan yel Revolusi Mental.

Dr Femmy berharap, Kota Kediri mempelopori implementasi Kurikulum 2013 mengingat sudah ada best practice dari SMP Pawyatan Daha 1 Kediri yang menonjolkan nilai nasionalisme, sila 3 dari Pancasila.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Pancasila yang merangkul kebhinekaan dalam kesetaraan harus diwujudkan dengan merayakan keberagaman pula dalam sistem pendidikan. Masing-masing sekolah bisa mengembangkan ciri khas yang merupakan keunggulan sekolah tersebut sesuai situasi dan lingkungan setempat. Sehingga, Pancasila  menjadi aktual, relevan, dan kontektual  – mampu menjadi living ideology.

“Keberagaman itu output-nya sama yaitu siswa yang berdaulat sehingga punya life skills untuk menolak drugs, radikalisme, pornografi, berdikari serta berkepribadian dalam kebudayaan,” tegas Eva Sundari mengingatkan.

Dia menambahkan bahwa idealnya, pendidikan sekolah terintegrasi dengan pembinaan lingkungan serta keluarga, sehingga tantangannya adalah bagaimana sekolah mampu melibatkan keduanya untuk mewujudkan pendidikan karakter berbasis Pancasila kepada siswa-siswinya. (Ardiansyah Mahari)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles