Kamis, 18 Juni 2026

TNI NAIK PAMOR NIH.! Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza

JAKARTA- Indonesia tengah menyiapkan sekitar 8 ribu prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina.

Indonesia juga telah menerima tawaran Amerika Serikat untuk duduk di posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Informasi itu disampaikan Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers—yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Komandan ISF—dalam rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Jeffers menerangkan, personel ISF bertugas memastikan stabilisasi di Gaza. Adapun pasukan tersebut rencananya akan ditempatkan di lima sektor berbeda di Jalur Gaza, yaitu Rafah, Khan Yunis, Deir el-Balah, Kota Gaza, hingga Gaza Utara. Masing-masing sektor, kata Jeffers, menerima satu brigade ISF.

“Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan pasukan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi,” ucap Jeffers, dikutip dari siaran langsung Gedung Putih.

Sementara rencana jangka menengah adalah memperluas pengerahan pasukan sektor demi sektor, dengan target jangka panjang penempatan 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF.

Jeffers pun mengumumkan lima negara pertama telah berkomitmen mengirim personel tentara untuk bertugas di ISF. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara dua negara lain, Mesir dan Yordania, berkomitmen melatih polisi.

“Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan ISF,” kata Jeffers. “Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu mewujudkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan yang sejahtera dan perdamaian abadi.”

Dalam kesempatan yang sama, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya mengapresiasi kehadiran para perwakilan negara yang hadir, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.

Trump berujar, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tak hanya menyumbangkan uang. Tetapi juga bersedia mengirimkan personel untuk mempertahankan gencatan senjata dan memastikan perdamaian di Gaza, Palestina.

Trump kemudian menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara yang bakal mengirimkan pasukan ke Gaza.

“Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Ini negara yang hebat,” ucap Trump.

Adapun Indonesia tengah menyiapkan sekitar 8 ribu prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina, melalui ISF. ISF sendiri direncanakan beroperasi di bawah arahan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan telah disetujui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 pada 17 November 2025.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan rencana keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional itu sudah mendapat persetujuan dari otoritas Palestina.

Juru bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pihak Palestina telah mengetahui rencana tersebut dan menyetujuinya karena sejalan dengan misi kemanusiaan yang dibawa Indonesia.

“lni dilakukan dengan konsen dari pihak Palestina. Sehingga hal ini menjadi suatu kesatuan keterlibatan Indonesia dalam ISF,” kata Nabyl dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Februari 2026.

Meski begitu, hingga kini pemerintah Indonesia belum mengumumkan jadwal keberangkatan maupun rincian teknis, termasuk mandat operasional, lama penugasan, titik penempatan, dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.:

Dunia Percaya TNI Profesional

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Jumat (20/2) dilaporkan,  Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan, penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) di Gaza merupakan kehormatan dan amanah besar bagi RI.

Dave berpandangan, penunjukan ini menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap profesionalitas TNI.

“Hal ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap profesionalisme TNI serta menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten berkomitmen pada misi perdamaian internasional,” ujar Dave, Jumat (20/2/2026).

Dave menuturkan, peran ini menempatkan Indonesia di garis depan diplomasi global, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi RI tidak berhenti pada dukungan politik, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

Menurut dia, Komisi I DPR dengan tegas mendukung langkah pemerintah dan TNI dalam menjalankan penugasan ini.

“Dukungan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa kehadiran pasukan Indonesia akan membawa dampak positif bagi stabilisasi kawasan dan memperkuat reputasi bangsa di mata dunia,” ujar dia.

“Kami menekankan agar seluruh persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek logistik, aturan pelibatan, hingga perlindungan terhadap prajurit, sehingga misi ini dapat dijalankan dengan aman, terukur, dan sesuai mandat internasional,” sambung Dave.

Dave menyebut, DPR akan memastikan bahwa setiap langkah pemerintah dan TNI dalam misi ini berjalan sesuai koridor hukum internasional, serta tetap mengedepankan keselamatan pasukan.

“Dengan demikian, pengiriman pasukan Indonesia bukan hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi juga wujud nyata komitmen bangsa dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia,” imbuh dia. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles