Jumat, 24 April 2026

Tumbang Akal Sehatku Memikirkan Ranting-ranting Trembesi yang Berjatuhan

Lukisan Pohon Trambesi di pinggir jalan. (Ist)

KUDUS- Bisakah Anda membantu kebimbangan saya memilih antara menghormati pejabat dengan menegakkan akal sehat? Senin, 4 Nopember 2019, lalu, hujan badai terjadi di wilayah Karanganyar, Demak. Ranting-ranting pohon trembesi yang ditanam di sepanjang turus jalan pantura bikinan Herman Willem Daendels, itu berjatuhan dan satu-dua pohon tumbang. Tak ada korban jiwa, meski salah satu dari pohon yang tumbang itu menimpa mobil yang sedang berhenti menanti badai reda.

Pejabat yang mengurusi bencana di Kabupaten itu dengan tegas mengatakan, perusahaan yang telah menanam dan merawat pohon trembesi itu harus ikut bertanggung jawab. “Jangan sampai setelah dibersihkan dan dipinggirkan, tinggal mengambil. Kan perusahaan itu yang sudah menanam, merawat dan mengambil kayunya,” kata pejabat itu di sebuah media lokal.

Bahwa pada akhirnya PT Djarum, perusahaan yang telah menanam dan merawat pohon, itu membersihkan ranting dan pohon yang tumbang, itu soal panggilan moral. Tetapi, menuntut perusahaan yang telah membantu meneduhkan pengguna jalan dan menyejukkan suhu udara ikut diminta tanggung jawab atas peristiwa alam itu, adalah soal yang secara akal sehat susah sekali diterima. Dan saya merasa tersiksa memertahankan akal sehat ini karena rasa hormat saya kepada pejabat.

Saya ingin mengajak Anda menempatkan sikap ini dalam peristiwa lain. Di tahun 2017, Bank Mayapada menyumbang 20 bus kepada Pemerintah DKI untuk menguatkan armada Trans Jakarta. Katakan suatu ketika terjadi kecelakaan di jalur bus way, bisakah pihak Bank Mayapada diminta tanggung jawab, karena telah menyumbangkan 20 bus itu? Dibanding PT Djarum yang tak menempelkan merek rokok pada ribuan pohon trembesi yang ditanam dan dirawat itu, Bank Mayapada masih mendapat free promosi di 20 badan bus yang disumbang itu.

Peristiwa lain terjadi di dapur. Seorang pembantu rumah tangga yang baru diputus pacar ditemukan bunuh diri menggunakan pisau dapur yang baru saja digunakan untuk mengiris bawang. Bisakah si pandai besi yang membuat pisau itu dimintai pertanggungjawaban?

Kalau saya menganggap wajar tuntutan kepada PT Djarum, karena telah menanam, merawat dan mengambil ranting hasil perawatan, yang itu dilakukan justru untuk mengurangi kecelakaan karena potensi jatuhnya ranting-ranting itu, apakah berarti akal sehat saya sedang dalam gangguan? Jika saya menganggap wajar permintaan pertanggungjawaban si pembuat pisau yang digunakan untuk bunuh diri, karena pembuatnya selama ini telah mengambil sisa irisan kulit bawang, apakah berarti akal sehat saya sedang dalam kekacauan?

Karena rasa hormat saya kepada pejabat itu saya harus memilih menyalahkan logika saya, meski untuk itu saya harus kehilangan akal sehat menentukan antara yang benar dan yang terhormat. Sungguh, saya betul-betul bimbang memertahankan akal sehat saya. Adakah yang bisa membantu saya? Supaya saya tidak menyalahkan alam atau Tuhan yang telah menurunkan hujan badai itu. (Hasan Aoni)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles