Selasa, 23 Juli 2024

UDAH NYERAH NIH..? Zelensky Siap Kirim Proposal Perdamaian untuk Akhiri Perang dengan Rusia

JAKARTA – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan akan mengajukan proposal perdamaian kepada pihak Rusia. Proposal itu diharapkan bisa mengakhiri perang yang melibatkan Ukraina dan Rusia.
Komitmen itu disampaikan Zelensky saat berpidato di forum pertemuan pemimpin dunia yang digelar di Swiss, Sabtu (15/6) waktu setempat. Forum yang diikuti 90 negara itu membahas masalah perang Ukraina dan Rusia.

“Kita harus memutuskan bersama apa arti perdamaian yang adil bagi dunia dan bagaimana hal itu dapat dicapai dalam jangka panjang,” kata Zelensky dilansir AFP, Minggu (16/6/2024).

Zelensky mengatakan pihaknya berharap pertemuan di Swiss ini bisa meletakkan dasar penyelesaian konflik Ukraina-Rusia yang adil bagi kedua negara. Dia mengaku pihaknya siap untuk berkomunikasi dengan Rusia dalam upaya mengakhiri perang.

“Kemudian akan dikomunikasikan kepada perwakilan Rusia sehingga pada pertemuan puncak perdamaian kedua kita dapat menentukan akhir perang yang sebenarnya,” ujar Zelensky.

Meski begitu Zelensky tidak membeberkan kapan proposal perdamaian itu dikirimkan kepada pihak Rusia. Dia juga tidak menjawab apakah siap untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung.

Syarat ‘Sederhana’ dari Putin untuk Akhiri Perang

Sebelumnya kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya mengatakan bahwa Moskow hanya akan melakukan gencatan senjata dan memulai perundingan perdamaian jika Ukraina memenuhi dua hal. Pertama menyerahkan empat wilayahnya dan kedua membatalkan upaya untuk menjadi anggota NATO.

Dilansir AFP, Sabtu (15/6), pemimpin Rusia itu menguraikan ‘persyaratannya’ untuk menghentikan serangan militer skala penuh yang ia lancarkan pada Februari 2022, saat berbicara pada malam pertemuan puncak perdamaian besar di Swiss, yang diatur oleh Ukraina dan sekutunya.

“Pasukan Ukraina harus ditarik sepenuhnya dari Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Lugansk, wilayah Kherson dan Zaporizhzhia,” kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi kepada diplomat Rusia di Moskow.

Rusia mengaku telah menguasai keempat wilayah tersebut pada tahun 2022, meski tidak memiliki kendali penuh atas salah satu wilayah tersebut.

“Segera setelah Kyiv menyatakan siap melakukan hal ini dan mulai menarik pasukannya serta secara resmi membatalkan rencana bergabung dengan NATO, kami akan segera–pada saat itu juga–gencatan senjata dan memulai perundingan,” kata Putin. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru