MEDAN- Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada pilpres lalu Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin Minggu, 20 Oktober 2019, Fraksi PDI Perjuangan menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di Sumatera Utara tanpa terkecuali agar secara bersama-sama menjaga kondusifitas dan keamanan di daerah masing-masing.
“Seluruh anggota masyarakat untuk saling bergandengan tangan dalam menjaga silaturrahim di lingkungannya masing-masing dengan semangat kebersamaan dalam filosofi dasar negara yaitu Bineka Tunggal Ika,” ujarnya.
Ia juga meneyerukan agar mempererat kesadaran persatuan demi menjaga keutuhan Negara Kesataun Republik Indonesia (NKRI) dengan mengedepankan nilai-nilai gotong-royong dalam segala sisi kehidupan.
“Gotong royong merupakan filosofi para pendiri bangsa yang menyatukan semua perbedaan untuk sebuah kemerdekaan. Gotong royong ini menjelma menjadi ideologi tegaknya NKRI,” ujarnya.
Kondusifitas saat pelantikan Presiden nanti menurutnya menjadi tonggak awal untuk sebuah periode peradaban baru bagi bangsa Indonesia.
“Kita menyakini bahwa program lanjutan pemerintahan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin akan membawa dan menggelorakan aspirasi seluruh rakyat disegala lapisan, kelompok dan golongan,” katanya.
Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin menurutnya diyakini juga akan menggelorakan semangat perubahan yang lebih signifikan dalam semua sektor sesuai dengan visi misi dan dinamika aspirasi dari masyarakat Sumatera Utara.
“Pasti akan tetap konsisten melanjutkan langkah-langkah mewujudkan nawacita yang tetap dikumandangkan disetiap langkah dan kebijakan pemerintahan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin kedepan,” katanya.
Kepada Bergelora.com dillaporkan, Ia megatakan, kondusifitas dan keamanan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden merupakan wujud syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Karena proses demokrasi yang begitu mengurus energi, pikiran dan emosi bisa dilalui oleh semua pihak dengan rasa gembira.
“Rasa syukur ini hendaknya tidak ternodai oleh provokasi dari kelompok-kelompok yang benci akan kedamain, persatuan dan persaudaraan. Mari terus bergandengan tangan, melanjutkan gandengan tangan para pendiri bangsa kita untuk sebuah cita-cita terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya. (Sugianto)

