Kamis, 25 Juni 2026

GEDUNG-GEDUNG RUNTUH..! 2 Gempa Dahsyat Porak-porandakan Venezuela, Korban Dikhawatirkan Tembus 10.000

JAKARTA – Dua gempa berkekuatan besar yang mengguncang wilayah barat ibu kota Venezuela, Caracas, Rabu (24/6/2026) memicu kehancuran massal. Sejumlah pakar memperkirakan jumlah korban tewas akibat bencana ini berpotensi mencapai 10.000 jiwa, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Bencana ini diawali oleh gempa bermagnitudo 7,1, yang kemudian disusul oleh gempa lebih kuat bermagnitudo 7,5 dalam waktu kurang dari satu menit.

Guncangan tersebut tercatat sebagai gempa terkuat yang pernah melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir.

Sementara itu, para ahli memperingatkan korban jiwa akibat hancurnya bangunan-bangunan perkantoran dan pemukiman warga diproyeksikan sangat besar.

Badan Survei Geologi AS, menggunakan pemodelan prediktif, memperkirakan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan besar akan mencapai ribuan, dengan probabilitas yang cukup besar melebihi 10.000.

Kehancuran di lapangan digambarkan sangat mencekam oleh para penyintas yang berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan.

“Ketika kami turun ke bawah, situasinya seperti film horor. Kami harus memanjat puing-puing dan. Pengawas gedung membawa bayi dan semua orang ikut turun. Namun, dari gedung itu, saya hanya melihat satu keluarga yang berhasil keluar,” tutur Maria Alejandra, salah seorang korban selamat dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis (25/6).

Rangkaian gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir Karibia. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan sementara bagi wilayah pesisir Puerto Rico, Kepulauan Virgin AS, dan Kepulauan Virgin Inggris.

Gelombang tsunami juga sempat diperkirakan berpotensi terjadi di pesisir Venezuela, Bonaire, Curacao, dan Aruba. Namun, peringatan tersebut kemudian dicabut.

Sebelumnya, Sistem Peringatan Tsunami AS menyatakan terdapat ancaman fluktuasi permukaan laut dan arus laut kuat yang dapat membahayakan kawasan pantai, pelabuhan, dan perairan pesisir Puerto Rico serta Kepulauan Virgin.

Sementara itu, pemerintah Kolombia menyatakan gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi garis pantai Karibia negara itu.

Merespons gempa hebat tersebut, Presiden Interim Rodriguez langsung menetapkan status darurat nasional. Rodriguez mengimbau warga Venezuela untuk memanfaatkan aplikasi resmi pemerintah bernama VenApp.

Selama ini, aplikasi tersebut digunakan sebagai sarana melaporkan orang hilang serta kerusakan pada rumah maupun bangunan lainnya.

Meski demikian, penggunaan VenApp memicu sorotan karena rekam jejaknya yang dinilai kontroversial.

Berdasarkan laporan surat kabar El Nacional, VenApp sebelumnya pernah digunakan sebagai mekanisme kontrol sosial dan politik. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan oleh pemerintah pada tahun 2022 sebagai portal aduan dan masukan warga. Namun, menurut data dari Amnesty International, pada 2024 aplikasi tersebut dialihfungsikan oleh mantan Presiden Nicolas Maduro untuk mengumpulkan laporan terkait pengunjuk rasa anti-pemerintah.

Akibat rekam jejak tersebut, lembaga pemantau hak asasi manusia menyatakan bahwa aplikasi VenApp saat ini telah dihapus dari toko aplikasi resmi Google Play Store maupun Apple iOS App Store. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles