Kamis, 13 Agustus 2026

JANGAN BAPER AH..! Taiwan Murka Indonesia dan China Akan Gelar Latihan Militer Gabungan

JAKARTA – Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa salah satu kapal perangnya dan sebuah fregat Indonesia akan melakukan “latihan pelayaran bersama” di sebelah timur Taiwan.

Kegiatan ini disebut akan “meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut” serta “bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan tersebut”.

Merespons hal tersebut, pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan China yang disebutnya “berbahaya”.

Taipei menyebut bahwa Beijing berusaha menciptakan kesan palsu kepada komunitas internasional seolah-olah mereka menguasai perairan tersebut.

China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya. Pada Juni 2026, Beijing memulai patroli penjaga pantai di lepas pantai timur wilayah administrasi Taipei. Langkah ini memicu kemarahan Taiwan serta kekhawatiran Amerika Serikat (AS) dan beberapa pihak Barat lainnya.

Pada Selasa (11/8/2026) Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa latihan tersebut akan berlangsung pada pertengahan Agustus di sebuah lokasi yang belum dijelaskan, tetapi terletak di sebelah timur Taiwan.

Kegiatan ini merupakan “latihan navigasi” bersama kapal angkatan laut Indonesia. Langkah ini dianggap sangat tidak biasa karena China pada umumnya tidak mengadakan latihan bersama militer asing di dekat Taiwan.

Merusak Status Quo

Pada Selasa (11/8/2026) malam, Dewan Urusan Daratan Taiwan, lembaga yang bertanggung jawab terhadap kebijakan terkait China, menyatakan bahwa latihan tersebut merupakan “provokasi militer” dan Beijing harus “segera menghentikan perilaku berbahaya yang merusak status quo ini.”

Dalam pernyataannya, dewan tersebut menyebut bahwa China kini berusaha menggelar latihan bersama “negara-negara terkait” di perairan sebelah timur Taiwan.

Langkah ini menyusul serangkaian tindakan China belakangan ini, termasuk kegiatan yang disebut Taiwan sebagai “patroli penegakan hukum rutin” di wilayah administrasi Taipei.

“Hal ini, pada kenyataannya, merupakan manipulasi politik, ‘tindakan yang hanya sekadar nama, tetapi pada kenyataannya merupakan ekspansi’, yang bertujuan menciptakan kesan palsu di hadapan komunitas internasional bahwa komunis China memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan,” ujar dewan tersebut.

Dewan tersebut juga menegaskan bahwa Taiwan akan terus memantau dengan cermat perkembangan di wilayah sekitarnya dan mengambil “langkah-langkah yang diperlukan dan tepat”.

Terkait informasi latihan gabungan China dan Indonesia ini, kantor berita Reuters dan AFP menyebut belum ada respons dari Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Taiwan Gelar Latihan Perang Tahunan

Saat ini, Taiwan sedang menggelar latihan militer tahunan Han Kuang, tempat mereka melakukan simulasi terkait cara memukul mundur upaya serangan China.

Pengumuman China muncul ketika Wakil Menteri Pertahanan (Menteri Perang) Amerika Serikat bidang Kebijakan, Elbridge Colby, bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta pada Selasa (11/8/2026).

Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kepada Colby bahwa perluasan kerja sama pertahanan tidak bertujuan untuk mendirikan pangkalan militer AS di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh pernyataan dari Kementerian Pertahanan Indonesia.

China sendiri tidak mengakui klaim kedaulatan pemerintahan Taiwan dan militer Beijing beroperasi hampir setiap harinya di sekitar Taipei.

Seperti kebanyakan negara, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, tetapi pulau itu adalah rumah bagi lebih dari 300.000 pekerja migran Indonesia.

Taipei mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka dan telah berulang kali mengecam tekanan militer China. (Web Warouw)

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles