Kamis, 23 April 2026

Siti Fadilah Penemu Zat Omega-3, Tak Patah Oleh Fitnah dan Penjara

Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) (Ist)

JAKARTA- Tidak banyak yang tahu saat ini kalau zat Omega -3 pada telor, minyak goreng dan berbagai produk makanan lainnya adalah temuan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K),–yang saat ini sedang mendekam di penjara Pondok Bambu.

Jauh sebelum menjadi Menteri Kesehatan RI 2004-2009, Siti Fadilah adalah seorang dokter jantung sekaligus seorang peneliti di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK).

Sejak menjadi dokter jantung, cita-cita Siti Fadilah adalah bagaimana menekan jumlah kesakitan akibat penyakit jantung. Sampai suatu ketika dirinya menemukan zat omega -3 dari ikan lemuru  yang memiliki kemampuan menekan kolestrol dan penyakit jangtung. Dengan temuan tersebut Siti Fadilah menjadi doktor spesialis jantung.

Selain itu, Siti Fadilah juga menemukan bahwa minyak goreng yang belum dipakai sebenarnya mengandung Omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebelum menjadi menteri kesehatan, Siti Fadilah bersama ahli gizi Dr. Wijaya Lukito sendang mempersiapkan menu sehat  bagi pasien penyakit jantung.

“Rencananya mereka akan memasukkan Omega-3 bukan pada telor dan minyak saja tetapi pada semua makanan yang paling banyak di konsumsi rakyat, seperti tahu dan tempe. Tujuannya adalah agar rakyat kebanyakan tidak mudah terkena penyakit jantung dan kolestrol,” ujar Retnani Prihatin seorang rekan penelitinya dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita .

Sejak menjadi dokter, Siti Fadilah menekuni peneliti berbagai penelitian dan selalu mendapatkan penghargaan diluar negeri. Tulisan ilmiahnya banyak sehingga sempat diajukan menjadi profesor termuda saat itu.

“Namun sayangnya, didunia cardio sangat kental dengan senioritas. Para senior yang malas menulis tidak bisa jadi profesor. Merekalah yang selalu menghalangi Siti Fadilah menjadi profesor,” ujarnya.

Namun Siti Fadilah tidak menyerah. Ia memperjuangkan haknya sampai di rektorat. Namun ternyata Rektorat Universitas Indonesia mendukung para senior untuk menghambat Siti Fadilah menjadi profesor.

Hambatan tersebut tidak mematahkan semangat Siti Fadilah. Justru hambatan tersebut menempa Siti Fadilah menjadi dokter jantung perempuan yang tegar menghadapi rintangan dan tekanan. Siti Fadilah tetap melayani kesehatan masyarakat sambil terus mengembangkan penelitiannya.

Pada November 2004 Siti Fadilah kaget sendiri ketika dirinya diminta Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Menteri Kesehatan. Pengangkatan Siti Fadilah itu juga membuat kaget para senior kardiolog terutama di Universitas Indonesia. Bukannya mendukung, malah beberapa senior menghembuskan bahwa Siti Fadilah adalah seorang plagiator dalam karya ilmiahnya.

“Rupanya mereka takut, Siti Fadilah menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan profesoriatnya. Mereka kecele,” ujarnya.

Oleh karena itu menurutnya, Siti Fadilah adalah perempuan dokter jantung yang terlatih menghadapi tekanan.

“Tapi saya yakin setiap tekanan menjadi latihan untuk mendapatkan penugasan baru dari yang maha kuasa,” katanya.

Ia yakin fitnah dan penjara yang sedang dijalani Siti Fadilah adalah candradimuka untuk menyiapkan Siti Fadilah dimasa depan. 

Sekarang zat Omega-3 dipakai dalam berbagai produk makanan. Manfaatnya sangat dirasakan bagi perbaikan kesehatan masyarakat. Dari penjara Pondok Bambu, Siti Fadilah  tetap berharap bisa kembali melayani rakyat lagi kelak. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles