Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama
Sama dengan sebagian besar rakyat Indonesia lainnya, Prof Tjandra Yoga Aditama yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di WHO, New Delhi, India juga mudik lebaran. Selain mudik lebaran, mantan pejabat Kementerian Kesehatan ini juga akan hadir dalam sidang Diaspora yang akan menghadiri Presiden Amerika Serikat, Barack Obama di Jakarta. Bergelora.com memuat laporan perjalanan singkat Senior Advisor, WHO dari South East Asia Regional Office saat pulang kampung (Redaksi)
SEPERTI juga teman-teman yang lain maka saya pada malam H-3 yang lalu “mudik lebaran” dari New Delhi ke Jakarta. Alhamdullillah, dengan mileage yang ada maka dapat terbang dengan A- 380 double decker yang nyaman dan lapang dengan kursi yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar (“flat bed”), dengan hanya membayar 1.700 rupee, atau Rp 340 ribu saja.
Memang menyimpan mileage kalau kita terbang dengan pesawat maskapai apa saja akan dapat berguna. Karena suatu saat kita akan dapat terbang secara praktis gratis,– hanya membayar pajak, seperti yang saya alami pada mudik lebaran tahun ini.
Beberapa maskapai ada dalam satu grup, dan mileage dari suatu maskapai akan kita dapatkan juga kalau terbang dalam satu grup itu. Mileage juga dapat dikumpulkan untuk penerbangan domestik, tentunya.
Karena sebagai WNI yang sekarang bekerja di luar negeri maka saya tentu,– secara langsung atau tidak,– dapat tergolong Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Kalau sudah cukup lama di luar negeri maka sebagai staff WHO maka saya dapat juga digolongkan sebagai Diaspora. Kriterianya sekitar 2 tahun bekerja di luar negeri bukan di Kedutaan Besar/Konsuler Jenderal serta bukan pula di BUMN Indonesia.
Perwakilan Diaspora di seluruh dunia kebetulan akan bersidang juga di Jakarta pada 1 Juli 2017 ini, yang rencananya akan ada pidato dari Presiden Amerika Serikat ke 44, Barack Obama juga.
Karena jumlahnya memang tidak banyak maka hanya sekitar 10 orang pelajar dan Diaspora Indonesia yang bekerja di India yang mudik lebaran tahun ini. Untuk teman-teman saya di New Delhi yang tidak mudik tahun ini maka mereka dapat sholat Ied dan Halal Bil Halal di Kedutaan Besar RI di Chyanaka Puri New Delhi.
Beberapa diplomat dan warga asing lainnya ada juga yang sholat Ied di Masjid KBRI, khususnya kalau di Kedutaan Besar negaranya tidak ada Masjid.
Untuk WNI yang berada di luar New Delhi maka mereka akan sholat Ied di Masjid masyarakat setempat. Diperkirakan ada lebih dari 200 juta Muslim di India, mayoritas mereka ber Mazhab Hanafi sementara di Indonesia umumnya ber Mazhab Syafii.
Tentu perbedaan khilafiyah tidak perlu di perdebatkan dan biasanya kita terima dengan bijak.
Sebelum pesawat berangkat maka saya sholat Isya di Indira Gandhi Airport, New Delhi. Sahur saya lakukan di atas pesawat yang terbang 5,5 jam dari New Delhi ke Singapore. Artinya saya pada H-2, sholat Subuh di Changi Aiport Singapore. Siang harinya saya sudah sholat Jumat di Cilandak, dekat rumah. Alhamdullillah ibadah lintas negara.

