Jumat, 24 April 2026

AWAS…! Presiden Jokowi: Prioritaskan Keselamatan Penumpang, Jangan Ada Lagi Kecelakaan Pesawat!

Presiden Joko Widodo (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo meminta untuk 850 petugas melanjutkan pencarian korban dan cockit voice recorder (CVR) untuk mendapatkan data informasi lengkap penyebab musibah kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018 lalu. Presiden berharap jangan lagi ada kecelakaan pesawat dimasa depan. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi Posko Evakuasi Tanjung Priok di Jakarta Utara, Jumat (2/11) sore.

“Keselamatan penumpang harus jadi prioritas kita. Saya harap tidak ada lagi kecelakaan pesawat besok,” tegasnya.

Jokowi meminta agar KNKT segera bisa mendapatkan data penyebab musibah kecelakaan pesawat tersebut

“Saya dititp agar kita segea bisa menggunakan seluruh kemampuan teknologi dan kerja cepat untuk mencari yang belum ditemuakan. KNKT harus segera mencari tahu penyebab musibah ini. Sehingga kita bisa menentukan langkah-langkah berikut,” tegasnya.

Presiden menyampaikan peralatan yang digunakan sudah moderen dan bisa mendeteksi dasar laut dengan kamera dan scan sonnar.

“Saya sampaikan kepada semua jajaran dilapangan untuk terus bekerja keras untuk mencari yang belum ditemukan. Saya berharap semoga dari kerja keras di lapangan ini hasilnya bisa kita lihat segera,” katanya

Sebelumnya Presiden mendapatkan laporan secara detil dari Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, Kepala KNKT dan seluruh jajaran TNI dan Polri tentang proses dan kemajuan pencarian korban dan informasi kecelakaan pesawat di laut tersebut.

“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran di Basarnas, TNI dan Polri, Kementerian Perhubungan, KNKT, Pertamina, KKP dan semua 859 orang petugas yang bekera secara penuh pagi, siang dan malam di lapangan. Atas nama pemerintah dan masyarakat saya mengucapkan terima kasih atas kecepatan penemuan Black Box,” kata Presiden.

Presiden juga kembali menyampaikan duka pada keluarga penumpang yang menjadi korban semoga.

“Semoga arwah para korban diberikan tempat terbaik disisi Alllah,” tegasnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan Presiden didampingi Kepala Basarnas, Menteri Perhubungan, Panglima TNI dan Kepala KNKT.

Pencarian Black Box barusan mendapatkan Flight Data Reporter (FDR) yang hanya berisikan data penerbangan. KNKT saat ini sedang mengunduh isi Black Box yang berisi data kecepatan dan ketinggian pesawat. Sementara (Cockpit Voice Recorder) yang berisi pengawas bandara dan pilot belum ditemukan.

Tim Dukcapil Bantu Identifikasi Korban Lion

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo  didampingi Dirjen Dukcapil melakukan Kunjungan ke Ruang Jenazah Rumah Sakit Polri KramatJati, Jakarta Timur, kamis (1/11).

Tjahjo berinisiatif membantu Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System  (Inafis) dari Mabes Polri  yang selama ini fokus mengidentifikasi para korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang senin 29 Oktober 2018 yang lalu.

“Kemendagri melalui Tim dari Ditjen Dukcapil bertujuan untuk membantu pihak Inafis Mabes Polri mencari data secara detail penumpang Lion Air JT 610 yang terkena musibah” ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Tjahjo menuturkan Tim Dukcapil Kemendagri mempunyai data lengkap dari 263 juta penduduk Indonesia maka sangat diperlukan data tersebut untuk membantu Tim Inafis Mabes Polri dalam proses mempercepat identifikasi para korban yang berhasil ditemukan.

Saat ini Tim Inafis Mabes Polri masih bekerja keras mengumpulkan data identitas para korban.

Tjahjo menginstruksikan Tim Dukcapil untuk bekerja 24 jam penuh sampai selesai proses identifikasi.

“Tim Dukcapil dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil, saya datang memastkan Tim dan peralatan sudah ada di salah satu ruang dekat ruang jenazah, saya sempat menemui keluarga para korban untuk menyampaikan rasa prihatin dan bela sungkawa yang dalam atas musibah ini” ungkap Tjahjo.

Kunjungan Mendagri ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati selain didampingi Dirjen Dukcapil, turut juga  mendampingi Wakapolda Metro Jakarta, Direktur Utama Rumah Sakit Polri Kramat Jati,  Kapolres Jakarta Timur, Kepala Inafis Mabes Polri dan perwakilan dari Markapai Lion Air. (Web Warouw)

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles