Rabu, 29 April 2026

BENER JUGA NIH…! Jubir Prabowo-Sandi: Segera Hapus Tarif Pada Ruas Tol Yang Konsesinya Habis

Suhendra Ratu Prawiranegara, Tim Pakar BPN Prabowo-Sandi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan. (Ist)

JAKARTA- Wacana mahalnya tarif tol di Indonesia direspon beragam oleh pemerintah, diantaranya oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri PUPR,  juga direspon oleh Menteri PPPN/ Kepala BAPPENAS pada bulan Februari lalu. Pemerintah menampik dengan menegaskan tarif tol di Indonesia tidak mahal. Seorang pejabat dari Kementerian PUPR, Kepala BPJT menyatakan bahwa tidak benar berita tentang mahalnya tarif tol.

“Data yang kami himpun ini berdasar dari berbagai sumber di beberapa negara. Diantaranya Malaysia dan Brasil. Sebagai contoh tarif tol Johor Baru ke Kuala Lumpur dalam kisaran 50.5 Ringgit Malaysia, jarak Johor Baru – Kuala Lumpur berkisar 350 kilometer. Jika kita hitung dalam rupiah, kurs 1 RM adalah Rp. 3.400,-  maka per kilometer tarif tol Kuala Lumpur – Johor Baru adalah Rp. 490,-,” demikian Suhendra Ratu Prawiranegara, Tim Pakar BPN Prabowo-Sandi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (6/4)

Staf Khusus Menteri PU (2005-2009), Staf Khusus Menteri PUPR (2014-2018) ini mengingatkan, dengan performa, standar pelayanan, fasilitas yang terdapat pada jalan tol Johor-KL tersebut, tarif tol yang dikenakan sangat murah. Contoh lainnya adalah ruas tol KLIA-Kuala Lumpur, yang berjarak 55 kilometer tarif tolnya adalah 5.8 RM ekuivalen dengan Rp. 358,- per kilometernya.

“Awal Bulan Maret lalu, saya dan tim baru saja survei ke lokasi ruas-ruas tol yang ada di Malaysia. Kami dokumentasikan semua bukti-buktinya,” katanya.

Contoh berikutnya adalah tarif tol di negara Brasil, Amerika Selatan yang, rata-rata tarif tolnya dalam kisaran Rp. 420 per kilometernya. Negara Brasil juga dapat dijadikan contoh bagaimana pelayanan dan performa jalan tolnya cukup baik.

“Jarang sekali terdapat kemacetan di jalan tol. Keselamatan pengguna jalan menjadi utama, ada juga keistimewaan bagi manula dan bumil (ibu hamil) yang tidak boleh antri (prioritas) saat akan melintas di pintu tol,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan tarif tol ruas trans Jawa yang rata-rata Rp. 1.000,- s.d Rp. 1.500,- per kilometernya tentu tarif tol di Malaysia dan Brasil tersebut jauh lebih murah.

“Jika disebutkan pembandingnya tarif tol Jagorawi dan Cikampek lebih murah, kita harus melihatnya dari berbagai perspektif. Justru pada dua ruas tol tersebut sudah layak digratiskan. Kenapa justru masih diberlakukan tarif bagi pengguna jalan tol?,” katanya.

Menurutnya, pertimbangannya adalah masa konsesi jalan tol Jagorawi sudah berakhir beberapa tahun lalu. Begitu juga tol Cikampek, yang masa konsesinya sepertinya sudah berakhir pada tahun 2018 lalu, semestinya BUJT, pengelola jalan tol dan pemerintah menggratiskan ruas-ruas tol yang masa konsesinya sudah berakhir. Bukan malah justru tetap dikenakan tarif/biaya tol yang membebani masyarakat pengguna jalan.

“Penghapusan tarif tol pada ruas-ruas tol yang telah berakhir masa konsesinya, akan menjadi prioritas bagi pemerintahan Prabowo-Sandi, jika rakyat mengamanahkan mereka terpilih menjadi Presiden dan Wapres RI dalam pilpres mendatang. Infrastruktur dibangun oleh negara harus untuk kepentingan rakyat. Bukan malah membebani rakyat dengan biaya-biaya yang dipungut dari rakyat.”

Pertimbangan atas penghapusan tarif jalan tol pada ruas yang telah berakhir masa konsesinya, tentu sudah mengembalikan biaya investasi dan memberikan keuntungan (profit) kepada pengelola (BUJT atau investor), tentu dengan mempertimbangkan peraturan perundangan yang berlaku.

“Konsesi pengelolaan jalan tol, di dalamnya sudah terdapat variabel penghitungan keuntungan investasi,” tegasnya. (Fatimah)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles