GUNUNG SARI- Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S. Ag, M.Si, menyerahkan bantuan RTG CLT kepada warga korban gempa bumi Lombok di Desa Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat, Jumat (22/11). Sebelumnya, bupati menerima secara simbolis serah terima 5 unit. Sementara 100 unit lagi sedang disiapkan dibangun untuk Desa Kekait.
Pada kesempatan tersebut Bupati Lombok Barat, memuji pembangunan konstruksi Rumah CLT yang proses konstruksinya cukup cepat dan kualitas bangunannya juga bagus.
“Rumah CLT ini terbuat dari kayu olahan Jabon, yang mana diproses dipabrik. Kayunya merupakan kayu tanaman rakyat justru merupakan kayu budi daya. CLT ini termasuk rumah sehat, karena 90 persennya bahan alami yang terbuat dari kayu. Teknologinya pun sama seperti di Jepang. Kami juga mengetahui CLT ini sudah lulus uji laboratorium untuk kategori RTG di Indonesia. Proses pengerjaannya cukup cepat, sehingga membantu sekali bagi warga korban yang membutuhkan rumah hunian,” ujarnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sementara itu, pemilik dan pihak manjemen PT Gwoods Kreasi Indonesia, selaku pemegang paten produk CLT di Indonesia, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara, mengatakan CLT ini adalah cross laminated timber, proses pabrikasi silang kayu laminasi.
“Sangat tepat diaplikasi pada wilayah-wilayah rawan gempa atau wilayah terdampak gempa seperti Lombok, Sulteng dan wilayah-wilayah lainnya. Kami sangat apresiasi karena warga korban di Lombok menyambut baik dan antusias atas produk RTG CLT ini,” ujarnya.
Hendra bertekad akan terus berkomitmen untuk membantu warga korban agar segera memiliki hunian yang layak huni dan manusiawi. Pihaknya akan terus juga bersinergi dengan pihak pemerintah mewujudkan RTG di Lombok, dan Indonesia pada umumnya.

Direncanakan PT. Gwoods Kreasi Indonesia akan membangun Rumah CLT di Lombok dalam kisaran 2.000-3.000 ribu unit.
“Karena kebutuhan rumah hunian warga korban gempa Lombok masih puluhan ribu kebutuhannya. Skema pendanaannya pun kami akan bangun secara 100 persen progres konstruksi, serah terima kunci dan payment selanjutnya,” ujarnya.
Konsep inilah yang dipakai semata-mata agar membantu warga memiki rumah hunian yang layak, manusiawi dan cepat.
“Kasihan para warga korban yang masih tinggal di huntara yang kurang layak huni, dan kurang manusiawi,” ujarnya.
Ia berjanji akan secepatnya menyelesaikan hunian yang sangat dibutuhkan warga korban bencana di Lombok yang masih terlantar huniannya.
“Inilah misi utama kami. CLT hadir sebagai solusi bagi para warga korban yang membutuhkan hunian. Juga turut serta membantu pemerintah mewujudkan bantuan RTG tersebut,” tegasnya. (Lahmuddin)

