JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta lembaga dan kementerian negara menjadikan nilai-nilai ideologi Pancasila sebagai pedoman dan terlihat dalam setiap kebijakan yang dibuat.
“Saya mengajak, saya meminta agar setiap produk kebijakan, produk-produk regulasi, produk-produk perundangan, rasa ideologi itu harus nampak, ideologi Pancasila itu harus,” kata Presiden saat memberikan Presidential Lecture bertajuk “Internasilisasi dan Pembumian Pancasila” di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12).
Hadir dalam acara itu Wakil Presiden KH. Maruf Amin, seluruh menteri, Dewan Pengarah dan Pelaksana Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Selain dalam pembuatan kebijakan, kata Jokowi, nilai-nilai ideologi juga harus bisa dipahami oleh generasi muda. Kata dia, agar nilai-nilai itu bisa dipahami penyampaian harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Nilai-nilai Pancasila, kata dia, harus disampaikan dengan materi dan metode yang menarik kepada anak-anak muda. “Supaya nilai-nilai itu membumi,” katanya.
Menurut Jokowi, nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan kepada anak-anak muda yang jumlahnya mencapai 129 juta.

Mereka ini, kata dia, belum banyak yang mengetahui akan nilai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Agar nilai-nilai Pancasila itu bisa dicerna anak-anak muda, Jokowi meminta agar materi dan metode penyampaiannya disampaikan secara menarik.
“Pelajari dan pahami konten-konten apa yang menarik untuk mereka. Ini percepatan untuk membumikan Pancasila,” ujarnya.
Anak-anak milenial ini biasanya juga punya idola. Melalui tokoh-tokoh idola itu, menurut Jokowi, nilai-nilai Pancasila bisa dititipkan untuk disebarkan. Dengan demikian, penyebaran nilai-nilai itu bisa disabrkan secara masif.
“Manfaatkan platform media sosial,” ujarnya.
Jokowi menilai, anak-anak muda belum memahami tentang pembangunan infrstruktur yang digenjot di awal periode kepemimpinannya. Kata dia, pembangunan infrastruktur yang hampir merata di seluruh daerah Indonesia itu sebenarnya untuk mewujudkan sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain menamkan ke generasi milenial, Jokowi juga meminta agar nilai-nilai Pancasila digunakan semua pembuat kebijakan. Ke depan, kata Jokowi, setiap peraturan undang-undang yang disusun harus mempunyai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, Pancasila benar-benar akan membumi.
“Bangsa ini tidak akan besar jika meninggalkan ideloginya,” katanya.
Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarno Putri mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki ideologi. Ia mencontohkan negara Suriah. Negara itu berkecamuk karena tak memiliki ideology yang kokoh. Karenanya, agar Indonsia kokoh, ia meminta nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila membumi.
“Ia harus bisa melekat di hati rakyatnya,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Romo Benny Susetyo dari BPIP menejelaskan, aplikasi dalam kebijakan publik harus dikembangkan dan disebaran oleh anak-anak muda milenial.
“Lewat dunia anak-anak muda yang funny, kreatif, inovatif dengan menggunakan semua jaringan sosial digital,” jelasnya kepada bergelora.com di Jakarta, Rabu (4/12).
Menurutnya penyebaran nilai-nilai Pancasila perlu segera melibatkan berbagai anak muda selebritits yang terlibat di dunia olahraga, seni, film, musik dan youtuber agar lebih cepat dan masif.
“Pengaruh salebritis, olahragawan, artis, dunia film, kreator, youterber akan cepat mempengaruhi perilaku generasi muda, sehingga Pancasila menjadi lebih cepat kembali dibumikan,” ujarnya. (Web Warouw)

