Senin, 27 April 2026

NAAH…! Ratri Mulyani: Semua Demonstran Tahu Granat Asap Tidak Melukai, Hanya Bikin Perih Mata

Ketua Umum Fornas Perempuan Bhinneka Tunggal Ika, Ratri Wahyu Mulyani. (Ist)

JAKARTA- Pernyataan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya bahwa ledakan di monas yang berada dalam radius ring 1 Istana Negara adalah bom asap menimbulkan tanda-tanya dikalangan mantan aktivis ‘98. Apalagi setelah pernyataan pengamat militer dan intelejen Connie Rahakundini Bakrie yang mengatakan bahwa granat asap tidak akan melukai.

“Semua demonstran yang pernah berhadapan dengan aparat polisi atau militer pasti sudah pernah merasakan granat asap baik dari jauh maupun dari dekat. Gak ada tuh yang sampai luka,” ujar Ketua Umum Fornas Perempuan  Bhinneka Tunggal Ika, Ratri Wahyu Mulyani kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (4/12).

Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini mengatakan bahwa dalam pengalaman dirinya, semua granat asap yang sempat dialami dirinya paling jauh mata perih dan sesak nafas.

“Belum pernah ada kejadian demonstran luka karena granat asap. Palingan mata perih atau sesak nafas,” jelasnya.

Atau mungkin menurutnya ada granat asap keluaran terbaru yang bisa melukai, sehingga dua prajurit TNI terluka dalam ledakan di Monas kemarin.

“Wah kalau sampai granat asap bisa melukai, gawat  juga kalau dipakai untuk menghadapi demonstran. Aparat bisa dituntut,” ujarnya.

Menurut Ratri, Polri dan TNI perlu segera menjelaskan, kejadian yang sebenarnya dari peristiwa di Monas Selasa kemarin agar masyarakat tidak bertanya-tanya.

“Pernyataan Connie Rahakundini itu penting banget. Karena dia bukan pengamat tapi ahli militer dan intelejen,”

Mengutip Connie Rahakundini, menurut Ratri kalau benar itu granat ofensif seperti mengapa meledak  di ring 1 Istana?

“Dan mengapa pula granat ofensif disebut sebagai granat asap?”

Menurut Ratri, saat ini TNI dan Polri serta intelejen negara jangan under estimated terhadap ledakan di Monas karena kalau sudah meledak di dekat istana negara, artinya itu pesan politik dengan tujuan tertentu.

“Seluruh aparat negara dan rakyat Indonesia harus bersiap, karena negara sudah diancam,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto sudah pernah mengalami upaya pembunuhan oleh kelompok pendukung ISIS.

“Jangan pandang enteng ancaman mereka. Karena sudah menyasar upaya pembunuhan politik,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ari Maulana, aktivis 98 dari Aceh meminta ada penjelasan yang jujur dari TNI dan Polri atas ledakan di Monas.

“Pakar Militer sebut granat asap tidak bisa meledak !!! Trus yang meledak granat apa dong. Ayo pak Polisi, ayo pak TNI Rakyat perlu tahu,” ujarnya.

Granat Ofensif

Sebelumnya, Connie Rahakundini Bakrie kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (4/12), menegakan bahwa granat asap hanya mengeluarkan asap yang tujuannya bukan melukai tapi hanya menyesakkan nafas dan membuat mata perih. Hal ini dijelaskan pengamat militer dan intelejen

“Kalau granat asap hanya sesak nafas dan mengeluarkan air mata saja. Kalau analisa saya ini granat ofensif,” papar Connie.

Connie menyebutkan, ada tiga kategori granat. Granat asap termasuk kategori pertama.

“Pertama, yang paling rendah granat asap atau air mata, granat ofensif, kemudian granat ledak,” kata Connie.

Menurut dia, jika granat yang meledak di kawasan Monas merupakan granat asap yang masuk tipe pertama, seharusnya korban tidak mengalami luka seperti itu.

Ia berpendapat, ledakan tersebut berasal dari granat ofensif atau granat tipe dua.

“Kalau tipe pertama harusnya hanya sesak nafas dan mengeluarkan air mata saja. Kalau analisa saya ini granat ofensif, sudah masuk tipe dua,” papar Connie.

Dari peristiwa ini, ia mengingatkan, pentingnya peningkatan bentuk pengamanan baik oleh Polri maupun TNI.

Menurut dia, masih ada kawasan yang lemah pengamanan. Apalagi, ledakan ini terjadi di kawasan Monas yang termasuk wilayah Ring 1.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 07.20 WIB di area halaman taman Monas di seberang gedung Kementerian Dalam Negeri.

Ia mengatakan, awalnya dua anggota Garnisun ini tengah melaksanakan apel pagi dan berolahraga di kawasan Monas. Kemudian, mereka berkeliling lari pagi di dalam area Taman Monas.

 “Setelah itu terdengar ada ledakan dari kawasan tempat mereka berlari,” ujar Gatot di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).

“Hasil temuan tim di lapangan ini adalah granat asap yang meledak,” kata Eddy.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono juga mengonfirmasi dua korban terluka merupakan anggota TNI.

“Yang pertama korban atas nama Serka Fajar, tangan kiri terluka parah, sedang memegang granat asap. Kondisi sadar. Dia bahkan masih bisa duduk,” kata Eko.

Korban lain bernama Praka Gunawan mengalami luka ringan di bagian paha.

“[Korban ke-2] bahkan memberi tahu teman-teman lainnya untuk meminta tolong,” tuturnya.

Eko menganggap ledakan granat asap bukan sesuatu yang luar biasa. Ia meminta masyarakat untuk tenang dan tak khawatir.

“Kami sedang dalami mengapa ada granat asap di sana,” kata dia. (Web Warouw)

  

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles