JAKARTA – Provinsi Hubei di China tengah, episentrum wabah virus corona di negara tersebut, melaporkan kurang dari 200 kasus infeksi baru untuk pertama kalinya sejak Januari.
Hubei mencatat 196 kasus baru terkonfirmasi pada Minggu, menurut Komisi Kesehatan Nasional pada Senin, turun drastis dari 570 kasus sehari sebelumnya sekaligus terendah sejak 24 Januari.
Reuters melaporkan dan dikutip Bergelora.com menyebutkan, penurunan itu berkat berkurangnya kasus baru di ibu kota provinsi Wuhan, yang melaporkan 193 kasus baru, terendah sejak 26 Januari.
Secara keseluruhan China daratan mencatat 202 kasus baru terkonfirmasi, terendah sejak 22 Januari. Di luar Hubei, hanya terdapat enam kasus baru di China daratan, yang juga terendah sejak bulan lalu. Angka itu menambah jumlah total kasus terkonfirmasi di China daratan mencapai 80.026 hingga kini.
Sementara korban meninggal akibat wabah di China daratan mencapai 2.912 hingga Minggu, naik 42 dari hari sebelumnya. Hubei menyumbang seluruh 42 kematian baru, dengan 32 kematian terjadi di Wuhan.
Korsel Tembus Angka 4.212 Kasus
Sementara itu dilaporkan, Korea Selatan pada Senin (2/3) melaporkan 476 kasus tambahan virus corona, sehingga menambah jumlah total kasus di negara tersebut menembus angka 4.212, wemenurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).
Jumlah keseluruhan kematian juga naik, menjadi 22 dari 20 dibanding hari sebelumnya, demikian KCDC.
Sebanyak 377 dari kasus tambahan virus corona terdeteksi di Kota Daegu, lokasi bagi cabang gereja yang menjadi pusat wabah di Korea Selatan. Sedangkan 68 lainnya berasal dari provinsi terdekat Gyeongsang Utara, katanya.
Otoritas terkait menyebutkan sejumlah anggota Shincheonji Church of Jesus pada Januari mengunjungi Kota Wuhan di China tengah, tempat virus pertama kali muncul akhir tahun lalu. Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan guna menentukan apakah hal itu ada kaitannya dengan wabah tersebut. (Web Warouw)

