Minggu, 26 April 2026

Pentingnya Segera Membangun Dapur Umum dan Lumbung Pangan Menghadapi Corona

Dendik Rulianto dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa Timur. (Ist)

Pemerintah seharusnya fokus memastikan berdirinya Dapur Umum dan Lumbung Pangan untuk rakyat, sebelum menetapkan daerahnya sebagai daerah yang akan melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Karena PSBB bukan semata mendisiplinkan rakyat, tapi juga memastikan rakyat makan karena harus disiplin tinggal di rumah dan tidak bekerja. Kalau tidak maka PSBB akan membawa masalah baru yang lebih besar dan sulit dikendalikan. Dibawah ini tulisan Dendik Rulianto dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa Timur di Kediri tentang pentingnya Lumbung Pangan dalam menghadapi Corona. (Redaksi)

Oleh: Dendik Rulianto

“Pangan merupakan soal hidupnya suatu bangsa, apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu perlu usaha secara besar-besaran ,radikal dan revolusioner” (Proklamator dan Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno)

 

URUSAN pangan adalah kunci utama suatu bangsa ,dimana ketika suatu bangsa mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya, maka akan bisa dipastikan rakyatnya akan hidup tentram, begitu pula jika negara tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya, maka peradaban negara akan menuju sebuah kehancuran.

Pandemic corona yang terus berlarut di banyak Negara di dunia dalam jangka waktu panjang memicu terjadinya krisis ekonomi, dimana kondisi ini memicu mandeknya perputaran capital. Banyak negara yang kasusnya meningkat terus menerus yang kemudian mengambil sikap tegas lockdown, sedangkan Indonesia sendiri mengambil sikap tidak me-lockdown, akan tetapi menerapkan kebijakan socialdistancing dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa kota yang kasus covid terus mengalami peningkatan.

Kebijakan ini pada akhirnya juga mengakibatkan lambatnya perputaran ekonomi, banyak mall-mall besar yang sudah ditutup demi menghindari kerumunan masa dalam jumlah besar, juga tidak luput beberapa pabrikan sudah banyak yang menghentikan proses produksinya, karena drastisnya penurunan permintaan barang atau juga sudah tidak ada permintaan dari luar negeri, sehingga perusahaan merumahkan para pekerjanya. Kondisi ini akan membawa multiplier effect terhadap sector riil lain di Indonesia. Dikhawatirkan jika situasi ini masih berlanjut dalm jangka waktu yang cukup lama, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya resesi ekonomi dunia,yang akan memicu krisi pangan. Dampak sosial dari krisis pangan tersebut adalah banyaknya kriminal di masyarakat atau juga penjarahan bahan pangan dimana-mana.

Berkaca pada krisis 98 yang berujung pada penjarahan, maka seyogyanya desa-desa segera didorong unutk membangun model lumbung pangan dengan menganggarkan dari Dana Desa dan partisipasi/donasi rakyat desa, dimana warga yang mampu mulai menyisihkan bahan pangan (sesuai kebutuhan pangan local), yang  dikumpulkan secara kolektif oleh relawan di tingkatan RT ke lumbung desa (balai desa/posko/bangunan khusus untuk lmbung). Skema lumbung pangan ini dimaksudkan sebagai jaring pengaman sosial desa, nantinya jika kondisi benar-benar krisis maka beras akan didistribusikan kepada warga desa yang benar-benar tidak mampu dan berdampak covid 19.

“Lumbung pangan sendiri merupakan sarana/tempat penyimpanan bahan pangan bagi masyarakat desa yang akan dimanfaatkan pada saast paceklik/rawan pangan akibat pandemik melanda. Dan lumbung ini kami pandang sebagai model perangkat ketahanan pangan masyarakat desa yang sangat efektif sebagai tempat penyimpanan dan menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat desa sampai kondisi sosial dan ekonomi akibat pandemic corona dinyatakan pulih kembali, untuk itulah saat ini penting sekali bagi mayarakat desa untuk segera bersama-sama untuk memulai proses pengadaan lumbung pangan

Menghadapi situasi pandemik corona ini dibutuhkan kesadaran kolektif dan kerjasama semua rakyat desa untuk mencegah penyebaran hingga saling bantu antar rakyat desa, skema rakyat membantu rakyat dalam pangan harus diaktifkan segera mungkin, sehingga tidak akan terjadi situasi rakyat desa yang mengantri bantuan pangan dan juga kelaparan.

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles