JAKARTA – Situasi di Timur Tengah (Tapteng) memanas akibat serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, yang dibalas Iran dengan serangan rudal balistik dan drone ke Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk. Akibatnya, bandara-bandara tersibuk di Timur Tengah pun ditutup, dampaknya sejumlah rute penerbangan tidak bisa beroperasi.
Yang paling tidak parah, penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama kapal-kapal tanker minyak bumi berdampak pada pasokan energi dunia. Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah, sehingga dalam jangka pendek bisa berpengaruh terhadap ketersediaan pasokan.
Sesaat setelah meleburnya konflik, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi. Indonesia juga menyesalkan gagalnya perundingan nuklir Iran yang berakhir pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Semua pihak diharapkan untuk menahan diri dan mengedepankan dialog, serta menghormati habitat wilayah.

“Relawan mendukung penuh Prabowo menjadi mediator konflik antara Iran dan Amerika-Israel,” ujar Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak) 08 Revitriyoso Husodo, dikutp Bergelora.com di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Revitriyoso, langkah Prabowo menjadi kebebasan politik luar negeri bebas aktif dan amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian di dunia.
“Dalam 1,5 tahun pemerintahan, Prabowo berhasil membawa kembali Indonesia ke panggung dunia dan menjadi negara yang diperhitungkan,” kata Revitriyoso.
Diketahui, baru-baru ini Prabowo menghadiri KTT perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bersama negara-negara Muslim, seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Maroko. Indonesia pun menjadi negara pertama yang menyatakan kesediaan pasukan mengirim perdamaian ke Gaza, di bawah payung Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
“Indonesia berperan aktif dalam mendorong perdamaian dan kemerdekaan Palestina, dengan modal strategi tersebut Indonesia seharusnya juga mampu mengambil peran dalam konflik Iran,” tegas Revitriyoso.
Selama ini Indonesia bersahabat baik dengan Amerika, Iran, maupun negara-negara Teluk yang terlibat konflik.
Indonesia baru saja menandatangani kesepakatan tarif dengan Amerika untuk mengamankan strategi ekspor komoditas dan mengimpor sesuai kebutuhan domestik. Selama ini Indonesia juga aktif melobi Arab Saudi, UEA, dan Qatar untuk menanamkan investasi pada proyek-proyek besar.
Hubungan Indonesia dengan Iran terjalin lama, termasuk sebagai sesama anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi Negara Berkembang atau Berkembang-8 (D8), di mana Indonesia saat ini memegang keketuaan.
Selain itu Indonesia juga memiliki kepentingan nasional untuk mencegah konflik tersebut berlarut-larut, yang dapat berdampak pada perekonomian dan stabilitas sosial-politik.
“Salah satu perusahaan petrokimia terkemuka bahkan telah menyatakan kondisi force majeur karena terganggunya pasokan bahan baku, lebih jauh hal ini akan berdampak pada devisa dari industri pelayaran” jelas Revitriyoso.
Untuk itu Revitriyoso mengajak kalangan relawan pendukung Prabowo dan masyarakat Indonesia bersatu menyikapi gejolak geopolitik internasional.
“Saat ini Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berada pada posisi yang strategis untuk mengambil peran di tingkat global,” pungkas Revitriyoso yang juga komisaris BUMN PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).
Ia meyakini, Presiden Prabowo bisa menjadi jembatan bagi Amerika, Israel dan Iran karena ketiga negara tersebut memiliki kepentingan yang kuat relasnya dengan Indonesia.
“Sudah seharusnya semua pihak mendukung langkah yang diambil presiden, kalau masih menginginkam perdamaian di muka bumi dengan menahan diri menghindari perang nuklir yang akan memusnahkan umat manusia,” tegasnya.
Prabowo Telepon Pemimpin Teluk Di Saat Perang Iran-Israel

Sebelumnya dilaporkan, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan komunikasi langsung melalui telepon dengan sejumlah pemimpin negara-negara di kawasan Teluk seusai serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Dalam keterangannya melalui rekaman suara di Jakarta, Rabu, Sugiono menyatakan bahwa hampir semua panggilan telepon penting sudah dilaksanakan oleh Presiden, di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel.
“Sudah, sudah telepon (negara-negara Teluk, red). (Semua, red) Sudah telepon,” kata Sugiono saat ditanya negara mana saja yang sudah dihubungi oleh Presiden.
Sugiono mengatakan, komunikasi yang ditempuh Indonesia dengan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dari Arab Saudi masih menunggu penjadwalan waktu yang cocok.
“Sudah telepon dan masih menunggu waktu MBS, belum bisa ketemu waktunya,” ujarnya tanpa merinci detail isi pembicaraan karena bersifat komunikasi antarkepala negara.
Upaya komunikasi ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran di kalangan negara-negara Teluk yang juga terdampak langsung oleh eskalasi konflik, termasuk ancaman keamanan dan stabilitas kawasan.
Diketahui, negara-negara yang masuk negara Teluk meliputi Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Selain itu, Sugiono mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator, terutama jika kedua belah pihak, Iran dan Amerika Serikat, menyatakan keinginan untuk membuka ruang mediasi. (Web Warouw)

