Selasa, 28 April 2026

JANGAN RAGU LAGI..! Menkeu Purbaya Pastikan MBG Tak Usik Anggaran Pendidikan

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengusik anggaran pendidikan.

Menurutnya anggaran yang sudah dialokasikan untuk belanja pendidikan tetap aman dan tak berkurang.

“(Anggaran pendidikan) tetap aman,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026), dikutip Bergelora.com, Sabtu (7/3/2026).

Menkeu Purbaya menegaskan MBG memiliki alokasi anggaran tersendiri yang tidak mengganggu belanja rutin pendidikan.

Tidak Memotong Anggaran Pendidikan

“Anggaran (MBG) cuma beli makanan saja gitu, tapi bukan dimasukkan ke pendidikan atau pendidikan dipotong,” ujar Purbaya.

Alokasi anggaran pendidikan 2026 telah disepakati pemerintah bersama DPR dan Badan Anggaran DPR. Pemerintah juga menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak dikurangi karena program MBG.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya memastikan seluruh program pendidikan. Seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) tetap berjalan.

Begitu pun dengan penguatan akses melalui Sekolah Rakyat dan renovasi sekitar 16.000 sekolah pada 2025 dengan anggaran Rp 17 triliun.

Menurut Teddy, pemerintah bahkan menaikkan insentif guru menjadi Rp 400.000, serta tunjangan guru non-ASN dari Rp 1.500.000 menjadi Rp 2.000.000 pada 2025.

Anggaran Pendidikan Tahun 2026 Capai Rp 769,8 triliun

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria juga menjelaskan bahwa anggaran pendidikan di tahun 2026 mencapai Rp 769,8 triliun. Dari anggaran tersebut, sebesar Rp 223,5 triliun dialokasikan untuk Badan Gizi Nasional (BGN) mengelola MBG.

Hariqo menyebut MBG sesuatu yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan karena gizi merupakan fondasi bagi proses belajar siswa.

Lebih lanjut ia menuturkan sepanjang tahun 2025 sebanyak 16.000 sekolah sudah diperbaiki. Kemudian 71.000 sekolah ditargetkan akan mendapatkan kelengkapan fasilitas pada 2026.

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana RAPBN 2026 di gedung DPR, mengatakan anggaran pendidikan 20% sekitar Rp757,8 triliun di 2026 sebagai “terbesar sepanjang sejarah kita”.

Anggaran pendidikan RAPBN 2026 ini naik dari Rp724,3 triliun pada APBN 2025. Bedanya, hampir setengah dari anggaran pendidikan RAPBN 2026 (Rp335 triliun) akan dialokasikan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita wujudkan pendidikan bermutu. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global,” kata Presiden Prabowo.

Namun, dalam keterangan terbaru, pemerintah mengoreksi alokasi anggaran pendidikan dalam Rancangan APBN 2026 untuk porsi program MBG. Semula porsi MBG Rp335 triliun, turun menjadi Rp223,6 triliun.

“MBG yang masuk dalam anggaran pendidikan adalah Rp223,6 triliun berdasarkan jumlah siswa dan santri yang akan menikmati MBG di 2026, sebesar 71,9 juta siswa dan santri,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (21/08).

Target MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia dini, kata Sri, nantinya masuk “dalam kategori anggaran kesehatan Rp24,7 triliun, dan Rp19,7 triliun adalah (anggaran) fungsi ekonomi”.

“Jadi tidak seluruh Rp335 triliun adalah anggaran pendidikan,” jelasnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles