Kamis, 25 Juni 2026

MBG Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo Sampai ke Piring Rakyat Kecil

Dana negara digunakan untuk memberi makan anak-anak sekolah di Indonesia, menggerakkan UMKM, membantu dan memberdayakan petani dan nelayan, serta membuka lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat indonesia.

Oleh: Ali Lubis, SH, MH *

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Bukan hanya dalam bentuk janji atau slogan politik, tetapi dalam bentuk menyediakan makanan bergizi yang setiap hari diterima oleh anak-anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui, yang membutuhkan.

Dalam ilmu pemerintahan terdapat konsep Welfare State (Negara Kesejahteraan) yang menjelaskan bahwa negara wajib hadir untuk menjamin kebutuhan dasar rakyat seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan. Semakin besar anggaran yang dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat, semakin tinggi keberpihakan pemerintah kepada rakyat.

Selain itu, terdapat teori Pro-Poor Growth yang menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat pembangunan dirasakan oleh masyarakat bawah.

Melalui MBG, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa anggaran negara harus kembali kepada rakyat. Karena itu pemerintah mengalokasikan sekitar Rp335 triliun untuk Program MBG pada tahun 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Yang menarik, manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat saja. Program ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat.

Ada sekitar 58.935 UMKM terlibat sebagai pemasok dalam rantai pasok MBG dari 140 ribu pemasok, selain UMKM ada koperasi, BUMDes, petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang mendapatkan manfaat ekonomi dari program ini.

Tidak hanya itu, hingga tahun 2026 MBG juga telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja yang bekerja di dapur-dapur SPPG,

Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan negara tidak hanya menjadi makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi jutaan rakyat Indonesia.

Dalam perspektif ekonomi, hal ini dikenal sebagai Multiplier Effect yang diperkenalkan oleh John Maynard Keynes. Ketika pemerintah membelanjakan anggaran untuk rakyat, uang tersebut berputar kembali ke masyarakat dan menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih besar.

Karena itu, MBG bukan sekadar program makan bergizi gratis saja, melainkan program pembangunan manusia sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat.

Dalam Agama Islam, keberpihakan kepada masyarakat juga merupakan ajaran yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-Baik Kalian Adalah Yang Memberi Makan.” (HR Ahmad)

Hadis ini mengajarkan bahwa memberi makan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi merupakan perbuatan yang sangat mulia.

Di tengah berbagai perdebatan politik, satu hal yang tidak bisa dibantah adalah bahwa Presiden Prabowo memilih mengalokasikan ratusan triliun rupiah untuk rakyat melalui MBG, bukan untuk memperkaya kelompok tertentu atau menguntungkan Oligarki.

Dana negara digunakan untuk memberi makan anak-anak sekolah di Indonesia, menggerakkan UMKM, membantu dan memberdayakan petani dan nelayan, serta membuka lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat indonesia.

Oleh Karena itu, MBG layak disebut sebagai salah satu bukti paling nyata keberpihakan Presiden Prabowo yang sampai kepiring rakyat kecil.

—————–;

*Penulis Ali Lubis, SH., MH. politisi Gerindra dan anggota DPRD DKI Jakarta.

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles