Senin, 27 April 2026

AWAAAS…! Pascabencana Tsunami, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Tak Terpancing Isu

Presiden saat mengunjungi korban tsunami Selat Sunda di Rumah sakit lapangan batalyon kesehatan I Marinir Cilandak di Labuan, Senin (24/12) pukul 10.28 WIB. (Ist)

LUWUK-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah Banten dan Lampung, untuk tetap tenang pascabencana tsunami di perairan Selat Sunda. Pemerintah saat ini sedang berupaya maksimal untuk melakukan penanganan terhadap daerah terdampak bencana.

“Masyarakat saya imbau untuk tetap tenang tapi juga waspada dan tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan,” kata Presiden Jokowi di Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (23/12).

Presiden sebelumnya telah menginstruksikan jajaran terkait mulai dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Sosial, Panglima TNI, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk langsung terjun ke lapangan melakukan evakuasi dan pendataan.

“Saya juga telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah darurat menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-cepatnya,” sambung Presiden.

Hingga saat ini, Kepala Negara masih terus memantau perkembangan terkini dari tim yang ada di lapangan. Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, ia menyampaikan dukacita bagi para korban.

“Saya atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas terjadinya korban yang setiap jam selalu saya ikuti terus,” ucap Pesiden Jokowi.

Meninggal 281 Orang

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sementara itu Korban tewas akibat tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung bertambah menjadi 281 orang. Selain itu ada 1.016 orang yang menjadi korban luka-luka.

“Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga 24 Desember 2018 pukul 07.00 WIB, tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/12).

Selain itu, Sutopo juga menyatakan ada 611 unit rumah rusak, 69 hotel-vila rusak hingga 420 perahu mengalami kerusakan akibat tsunami ini. Korban dan kerusakan ini disebut Sutopo berada di 5 kabupaten, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

“Jadi wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda. Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain,” jelasnya.

Sutopo memperkirakan jumlah ini masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah.

“Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, dan kementerian atau lembaga terkait lainnya terus mendampingi Pemda dalam penanganan darurat,” tulis Kepala BNPB. (Lia Somba)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles