JAKARTA – Komisioner Komnas Perempuan Daden Sukendar menyayangkan ucapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menjurus pada stereotip gender saat meminta Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Surabaya diganti oleh laki-laki.
“Pernyataan semacam ini tidak semestinya dipandang sekadar sebagai candaan atau salah ucap, karena memproduksi stereotip gender bahwa laki-laki lebih kuat dan lebih sesuai untuk pekerjaan berat, sementara perempuan dianggap lebih lemah dan cocok ditempatkan pada pekerjaan yang ringan,” kata Daden dalam keterangannya, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Daden mengatakan, dalam konteks pejabat publik, ucapan Arman tersebut berpotensi menormalisasi pandangan kapasitas dan kelayakan seseorang tidak ditentukan berdasarkan kompetensi dan kinerja.
Ucapan Amran justru mempersempit kesempatan perempuan dalam berkarier dan menjurus pada penentuan jabatan hanya dengan jenis kelamin semata.
“Komnas Perempuan juga melihat adanya persoalan gendering of leadership, yaitu konstruksi kepemimpinan yang masih dilekatkan pada karakter maskulin seperti kuat, tegas, tahan tekanan, dan mampu menghadapi pekerjaan berat,” ucap Daden.
Dia mengatakan, hal ini bisa menjadi hambatan bagi perempuan memperoleh kesempatan yang setara menduduki posisi kepemimpinan.
Padahal, kata Daden, posisi strategis semestinya dinilai dari kemampuan, kompetensi, integritas, dan kinerja.
“Bukan berdasarkan asumsi mengenai apakah pekerjaan tersebut ‘terlalu berat’ bagi perempuan. Jika terdapat persoalan kinerja, evaluasi seharusnya dilakukan berdasarkan indikator dan bukti yang objektif, bukan berdasarkan jenis kelamin,” tuturnya.
Dia mengingatkan kembali kepada para pejabat publik agar membentuk cara pandang yang benar terkait dengan gender. Komnas Perempuan mendorong agar seluruh pejabat publik menggunakan perspektif gender yang adil dan setara dalam kebijakan maupun komunikasi publik.
“Serta memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin dan berkontribusi di berbagai bidang tanpa dibatasi oleh stereotip gender,” tandasnya.
Amran minta Koordinator BGN Surabaya Diganti Laki-laki Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta jabatan Tiara Devi sebagai koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Surabaya dicopot karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak ada yang menyerap telur dari peternak.
Alih-alih meminta Tiara diganti dengan lebih kompeten, Amran langsung menyebut posisi Koordinator BGN lebih cocok diganti dengan laki-laki.
“Kamu pindah ke Kementan, saya terima. Pindahkan Kementerian Pertanian saja, ada lima bagian di situ yang agak manja dikit. Cari yang laki-laki,” ucap Amran.
Adapun Tiara dinilai tidak patuh perintah atasan lantaran tidak menyerap telur dari peternak untuk produksi makan bergizi gratis (MBG).
Berdasarkan laporan SPPG di Surabaya, untuk membeli telur dari daerah Blitar, Magetan, dan sekitarnya harus ada minimal jumlah pengiriman per hari. Sehingga SPPG di Surabaya belum melakukan pembelian.
Hal itu dianggap SPPG di Surabaya tidak patuh dengan perintah pemerintah meski BGN telah menyosialisasikan arahan tersebut.
Oleh sebab itu, Amran meminta Wakil Kepala BGN yang saat itu hadir, Tenggono, mengganti Tiara dengan laki-laki. (Web Warouw)

