Minggu, 26 Mei 2024

BIKIN AS MERADANG..! Xi Jinping Jadi Juru Damai, Putin Dukung Rencana China di Ukraina

JAKARTA – Rusia Vladimir Putin mengatakan ia mendukung rencana China untuk menyelesaikan krisis Ukraina secara damai, dan mengatakan Beijing memiliki pemahaman penuh tentang apa yang ada di balik krisis tersebut.
Hal ini disampaikan Putin dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Rabu (15/6/2025) pagi, menjelang kunjungannya ke Beijing pekan ini.

“Kami bersikap positif dalam penilaian kami terhadap pendekatan China dalam menyelesaikan krisis Ukraina,” kata Putin, menurut transkrip berbahasa Rusia di situs Kremlin, seperti dikutip Reuters. “Di Beijing, mereka benar-benar memahami akar permasalahannya dan makna geopolitik globalnya.”

Putin mengatakan Rusia tetap terbuka terhadap dialog dan perundingan guna menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun tersebut.

Rencana China dan “prinsip-prinsip” lebih lanjut yang diumumkan oleh Presiden Xi Jinping bulan lalu mempertimbangkan faktor-faktor di balik konflik tersebut, kata Putin.

Sementara soal prinsip-prinsip tambahan, yang ditetapkan oleh Xi dalam pembicaraan dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Putin menyebut ini adalah “langkah-langkah realistis dan konstruktif” yang “mengembangkan gagasan tentang perlunya mengatasi mentalitas perang dingin”.

Kepada Bergelora.com di Jakarra dilaporkan, Beijing mengajukan 12 poin makalah lebih dari setahun yang lalu yang menguraikan prinsip-prinsip umum untuk mengakhiri perang, namun tidak membahas secara spesifik.

Hal ini mendapat sambutan hangat baik di Rusia maupun Ukraina, sementara Amerika Serikat mengatakan China menampilkan dirinya sebagai pembawa perdamaian namun mencerminkan “narasi palsu” Rusia dan gagal mengutuk invasinya.

Prinsip-prinsip tambahan Xi menyerukan “pendinginan” situasi, kondisi untuk memulihkan perdamaian dan menciptakan stabilitas serta meminimalkan dampak terhadap perekonomian dunia.

Rusia memandang konflik tersebut sebagai perjuangan melawan “kolektif Barat” yang tidak memperhitungkan masalah keamanan Moskow dengan mempromosikan ekspansi NATO ke arah timur dan aktivitas militer di dekat perbatasannya.

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis. Ukraina dan negara-negara Barat mengatakan tuduhan fasis tersebut tidak berdasar dan bahwa perang tersebut merupakan tindakan agresi yang tidak beralasan. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru