Senin, 27 April 2026

BOCOR DI DALAM NIH..! Komandan Gholamreza Soleimani dan Ali Larijani Tewas dan Mojtaba Khamenei Terluka

JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengkonfirmasi kematian komandan pasukan Basij, Gholamreza Soleimani. Soleimani disebut tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS).

Dilansir Aljazeera, Rabu (18/3/2026), konfirmasi tentang kematian Soleimani dilaporkan dalam pernyataan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. IRGC mengatakan Soleimani terbunuh dalam “serangan oleh musuh Amerika-Zionis”.

Soleimani, yang memimpin Basij selama enam tahun terakhir dan mengawasi operasi keamanan internal, dianggap memiliki peran strategis.

“(Soleimani) memainkan peran strategis dan tak tertandingi dalam memperbarui struktur populer dan jihadis Basij, mengembangkan gerakan konstruktif, menghilangkan kemiskinan, dan memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok yang tertindas dan rentan,” lanjut IRGC.

IRGC menyatakan pembunuhan terhadap Soleimani membuktikan unit Basij berperan penting dalam pertempuran melawan AS dan Israel.

“Pembunuhan pengecut ini menunjukkan pentingnya dan peran Basij dalam pertempuran habis-habisan melawan tentara teroris Amerika dan rezim Zionis serta tentara bayaran mereka, terutama dalam perang baru-baru ini,” katanya dalam pernyataan tersebut.

Ali Larijani Tewas

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani. (Ist)

Israel sebelumnya mengklaim dua pembunuhan tingkat tinggi dalam serangan terbarunya terhadap Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa kepala keamanan top Iran, Ali Larijani, tewas akibat serangan terbaru Israel.

Katz dalam pernyataannya juga mengklaim serangan Israel telah menewaskan komandan milisi internal Basij, Gholamreza Soleimani. Unit Basij merupakan milisi paramiliter keamanan internal di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Iran membenarkan kabar kematian kepala keamanan top di negara itu, Ali Larijani. Larijani disebut tewas dalam serangan Israel.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (18/3/2026), dalam laporan media semi-resmi Iran, Mehr, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengkonfirmasi pembunuhan Larijani. Israel pun mengklaim telah membunuh Larijani dalam serangan yang ditargetkan.

“Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, akhirnya ia mencapai keinginan yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai martir di garis depan pengabdian,” demikian bunyi pernyataan dari dewan yang dimuat oleh Mehr.

Diketahui, Larijani yang disebut sebagai tangan kanan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Dilansir media Al Jazeera, Selasa (17/3), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pernyataannya juga mengklaim bahwa Ali Larijani telah tewas akibat serangan terbaru Israel.

Mojtaba Khamenei Terluka

Mojtaba Khamenei. (Ist)

Sebelumnya dilaporkan kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (18/3) beredar kabar terbaru mengenai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Usai diisukan terluka akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, kini Mojtaba Khamenei dikabarkan terbang ke Rusia secara diam-diam untuk operasi.

Evakuasi rahasia itu, seperti dilansir Metro.co.uk, Senin (16/3/2026), dilakukan agar putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu bisa menjalani operasi kaki untuk menyelamatkan nyawanya. Operasi itu dilaporkan dilakukan di istana kepresidenan Presiden Vladimir Putin.

Di tengah spekulasi mengenai kondisinya, Mojtaba baru-baru ini merilis pernyataan penuh amarah dan menuntut balas dendam terhadap AS dan Israel.

Laporan surat kabar Kuwait, Al-Jarida, menyebutkan bahwa Mojtaba telah dievakuasi keluar dari bunker yang dihantam serangan AS-Israel, yang menewaskan ayahnya, Khamenei, kemudian ibundanya dan istrinya, serta anak laki-lakinya.

Mojtaba, menurut Al-Jarida dalam laporannya, kemudian “diselundupkan” keluar dari Iran untuk menjalani operasi rahasia di Rusia.

Dalam evakuasi rahasia tersebut, pemimpin baru Iran ini diterbangkan ke Moskow dengan sebuah pesawat militer Rusia. Mojtaba diterbangkan keluar dari Iran dalam kondisi terluka parah.

Setibanya di Moskow, menurut laporan Al-Jarida, Mojtaba menjalani operasi yang “sukses” di salah satu istana kepresidenan Putin.

Berbagai laporan menyebut kondisi Mojtaba yang beragam, mulai dari mengalami patah kaki dan luka gores di bagian wajah, hingga kehilangan satu kaki dan dalam kondisi koma.

Al-Jarida menyebut informasi yang belum diverifikasi kebenarannya itu berasal dari “sumber pejabat tinggi yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru”.

Teheran belum menanggapi langsung laporan media tersebut.

Otoritas Iran mengatakan bahwa Mojtaba masih hidup, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya mendengar informasi soal pemimpin tertinggi Iran yang baru itu sudah tidak bernyawa.

“Pemimpin revolusi dalam keadaan sehat dan sepenuhnya memantau situasi,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi.

Mojtaba dipilih untuk menggantikan almarhum ayahnya, Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1 Maret. Khamenei tewas dalam serangan awal AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Namun sejauh ini, Mojtaba belum tampil secara langsung di depan publik Iran, dan tidak muncul di depan kamera untuk menyampaikan pernyataan pertamanya pada Kamis (12/3) pekan lalu.

Pernyataan pertama Mojtaba itu disampaikan secara tertulis, yang dibacakan oleh seorang presenter televisi pemerintah Iran. Dalam pernyataannya, Mojtaba berjanji untuk tetap menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga Iran agar menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka atau berisiko menjadi sasaran serangan Teheran.

“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan menahan diri untuk membalas darah para martir,” tegasnya. (Web Warouw)

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles