JAKARTA — Ketua Umum (Ketum) Garda Indonesia Igun Wicaksono meminta perusahaan aplikator memberi bonus hari raya minimal Rp500 ribu kepada driver ojek online (ojol) dan kurir online.
Igun menyambut baik imbauan Presiden Prabowo Subianto kepada para aplikator soal bonus hari raya. Dia meminta perusahaan tidak memberi bonus sekadarnya.
“Kalau kami (berharap) sekitaran di angka Rp500 ribu, di atas Rp300 ribu, itu mungkin sedikit membantu teman-teman pengemudi. Jangan nilainya cuman sekadarnya saja,” ujar Igun, Senin (10/3).
Igun mengingatkan keuntungan yang diraih perusahaan aplikator juga hasil keringat para driver ojol. Dengan demikian, sudah selayaknya para driver ojol mendapatkan bonus yang pantas untuk merayakan hari raya.
Dia berkata sebenarnya para driver ojol berharap tunjangan hari raya (THR), bukan bonus. THR yang diharapkan pun jumlahnya setara dengan upah minimum provinsi (UMP) masing-masing.
Meski begitu, Igun tetap mengapresiasi langkah pemerintah. Menurutnya, imbauan memberikan bonus hari raya lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
“Mungkin akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Walaupun THR ini belum terwujud, tetapi setidaknya Presiden sudah menyampaikan bahwa platform wajib memberikan bonus,” ujar Igun.
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil dua CEO dari dua perusahaan penyedia jasa transportasi online, Gojek dan Grab. Setelah pertemuan, dia mengimbau agar perusahaan dapat memberikan bonus bagi para pengemudi dan kurir.
“Pemerintah mengimbau seluruh perusahaan layanan memberikan bonus hari raya dalam bentuk tunai sesuai dengan keaktifan kerja,” kata Prabowo pada jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/3).
𝗕𝗼𝗻𝘂𝘀 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗮𝘆𝗮 ‘𝗰𝗮𝘀𝗵’ 𝗕𝘂𝗮𝘁 𝗢𝗷𝗼𝗹
Presiden Prabowo Subianto meminta Gojek hingga Grab memberi bonus hari raya untuk pengemudi atau driver ojek online (ojol) pada hari raya Lebaran.
Permintaan itu disampaikan setelah bertemu Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Patrick Sugito Walujo dan CEO Grab Anthony Tan.
Dia mengimbau bonus itu juga diberikan perusahaan layanan transportasi daring lainnya.
“Pemerintah mengimbau seluruh perusahaan layanan memberikan bonus hari raya dalam bentuk tunai sesuai dengan keaktifan kerja,” kata Prabowo pada jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/3).
Prabowo menyampaikan ada 250 ribu orang berprofesi pengemudi dan kurir online. Sementara itu, ada sekitar 1 juta hingga 1,5 juta orang lainnya yang menjadikan pengemudi dan kurir online sebagai pekerjaan sampingan.
Dia berkata mekanisme pemberian bonus hari raya ojol akan diatur melalui surat edaran menteri ketenagakerjaan. Prabowo hanya ingin ojol juga bisa merayakan hari raya Lebaran Idulfitri seperti masyarakat lainnya
“Dengan kebijakan ini, para pekerja pegemudi online dapat merasakan libur dan mudik hari raya Idulfitri dalam keadaan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, para pengemudi ojol berdemonstrasi di Istana Kepresidenan Jakarta menuntut THR. Mereka berharap pemerintah mendorong perusahaan untuk memperlakukan driver ojol seperti karyawan biasa.
Saat itu, Ketua Umum (Ketum) Garda Indonesia Igun Wicaksono meminta aplikator tak memotong pendapatan harian untuk memberi tunjangan hari raya (THR) ke pengemudi.
“Bukan bentuk potongan setiap hari lalu nanti baru diberikan akhir tahun sebagai THR. Wah itu sama aja uang kami diberikan untuk kami,” kata Igun, Selasa (18/2). (Calvin G. Eben-Haezer)

