Jumat, 24 April 2026

DORONG EKONOMI TUMBUH…! Presiden Jokowi: PPKM Kita Cabut, Bukan untuk Gagah-gagahan

JAKARTA – Dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bukan menjadi ajang untuk gagah-gagahan. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin (2/1/2023).

“Pada akhir tahun 2022 telah kita cabut PPKM, bukan untuk gagah-gagahan. Tapi memang kajian selama 10 bulan terakhir angka-angka menunjukkan, bahwa kita bisa mengendalikan Covid-19,” kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/1/2023).

Jokowi menjelaskan, angka-angka keterisian tempat tidur atau BOR, positivity rate hingga kematian berada di bawah standar WHO. Hal itulah yang membuat dirinya mengumumkan untuk mencabut PPKM.

“Angka BOR, positivity rate kita semuanya dibawah angka kematian semuanya di bawah standar WHO. Sehingga kemarin kita putuskan di akhir tahun PPKM dicabut,” kata Jokowi.

Jokowi pun berharap dengan dicabutnya PPKM, dapat mendorong kegiatan perekonomian untuk lebih tumbuh di tahun 2023 ini.

“Semoga bisa nanti mendorong men-trigger ekonomi kita untuk tumbuh lebih baik dibanding tahun 2022,” kata Jokowi

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya, Presiden Jokowi resmi mencabut PPKM untuk seluruh daerah di Indonesia pada Jumat 30 Desember 2022. Hal tersebut usai melewati kajian selama 10 bulan lamanya.

Menurutnya, pencabutan PPKM di Indonesia dilandasi dengan tingginya cakupan imunitas penduduk. Jokowi menyebut kekebalan imunitas penduduk RI di angka 98,5 persen.

“Jadi dari seluruh survei, kalau kita lihat angkanya di Desember 2021 itu 87,8 persen, di Juli 2022 ini berada di angka 98,5 persen,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, dari angka itu, kekebalan imunitas penduduk secara komunitas sudah sangat tinggi. Termasuk jumlah vaksinasi sampai hari ini berada di angka 44.525.478 dosis.

“Ini juga sebuah angka yang sangat tidak sedikit,” ucapnya.

Jokowi menuturkan kasus harian per 29 Desember hanya 685 kasus. Kemudian tingkat kematian di 2,39 persen, BOR 4,79 persen, dan ICU harian di angka 297.

Kendati demikian, Jokowi meminta masyarakat tetap hati-hati dan waspada terhadap COVID-19. Warga diimbau tetap memakai masker di keramaian dan ruang tertutup.

“Namun saya minta kepada seluruh masyarakat dan komponen bangsa untuk tetap hati-hati dan waspada. Pertama, masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi dari risiko COVID. Pemakaian masker di keramaian dan ruang tertutup harus tetap dilanjutkan,” papar dia. (Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles