Jumat, 17 Juli 2026

BERAPA PENYERAPAN TENAGA KERJA..? Investasi Indonesia Tembus Rp1.010 Triliun, Geser Singapura & Hongkong 

JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan terjadi perubahan peta investasi asing pada kuartal II-2026. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, Hong Kong menggeser Singapura sebagai sumber investasi asing terbesar ke Indonesia.

Rosan menjelaskan pergeseran tersebut sejalan dengan meningkatnya investasi dari Tiongkok yang masuk melalui Hong Kong.

“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, investasi China lebih agresif melalui Hong Kong, sehingga tempat pertama dari investasi di kuartal kedua ini ditempati oleh Hong Kong,” kata Rosan saat menyampaikan laporan realisasi investasi semester I-2026 di Istana Kepresidenan dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Dibandingkan dengan negara-negara Asean lainnya, katanya, Indonesia merupakan negara yang stabil dari sisi pertumbuhan ekonomi, politik, dan sosial. Ketika investor asing merancang modalnya dalam jangka panjang, maka faktor kuncinya adalah kestabilan negara.

“Jadi mereka juga ingin memastikan, ‘Oh kita berinvestasi bukan jangka waktu 1, 2, 5, 10 tahun tapi sebisanya selamanya.’ Sehingga faktor kestabilan menjadi hal kunci utama,” ungkapnya.

Tak hanya itu, investor asing juga menilai ketika investasi di RI, maka tingkat pengembalian atau tingkat pengembalian internal sangat dapat diterima. Kemudian Rosan juga menyebutkan bahwa investor asing menilai pemerintah terus berupaya meningkatkan iklim investasi di Tanah Air.

Dia mencontohkan saat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025, investor memandang RI memberikan kepastian dari sisi perizinan.

“Itu sangat diapresiasi oleh para asosiasi di luar negeri dan di dalam negeri, dan juga para calon investor dan investor yang sudah ada. Karena itu memberikan kepastian dari segi perizinan. ‘Oh sekarang kalau mereka mengajukan izin A, mereka tahu misalnya di 10 hari ya 10 hari izinnya keluar,” jelas dia.

“Minta 15 hari ya 15 hari izinnya keluar. Karena sekarang kami di Menteri Investasi, kita kan sebetulnya sebagai window saja nih. Perizinan masuk ke kami, kami serahkan kepada menteri A misalnya untuk diproses kemudian kembali ke kami baru kami keluarkan izinnya.”

Sepanjang April hingga Juni 2026, investasi dari Hong Kong mencapai US$5,5 miliar. Posisi berikutnya ditempati Singapura sebesar US$4,2 miliar, disusul Tiongkok sebesar US$1,7 miliar, Jepang US$900 juta, dan Malaysia US$700 juta.

Dia menambahkan, setelah lima negara tersebut, daftar investor terbesar masih diisi Korea Selatan, Belanda, dan sejumlah negara lainnya.

Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 terjadi pertumbuhan realisasi investasi sebesar 7,2%.

Rosan memerinci, realisasi investasi terbagi dalam penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun (49,8%) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp507,6 triliun (50,2%).

Sementara secara spasial realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp502,8 triliun (49,8%) atau terjadi pertumbuhan 7,7% secara tahunan. Sedangkan realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau tumbuh 6,7% secara tahunan.

Selanjutnya lima besar lokasi realisasi investasi secara keseluruhan antara PMA dan PMDN pada semester I-2026 adalah DKI Jakarta sebesar Rp173,6 triliun (17,2%), Jawa Barat sebesar Rp138,1 triliun (13,7%), Jawa Timur Rp72,7 triliun (7,2%); Sulawesi Tengah Rp68,7 triliun (6,8%); dan Banten Rp66,3 triliun (6,6%). (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles