JAKARTA – Pembangunan 25.000 hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera dari Pemerintah hingga kini belum dimulai karena pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belum tersedia.
Saat ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih menunggu terbitnya regulasi serta kepastian pendanaan untuk pelaksanaan pembangunan tersebut.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur mengatakan, pemerintah terus mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) terkait proyek huntap tersebut.

“Rencana induk, rencana aksi (nasional) sudah keluar. Tapi, katanya (Kementerian PPN) Bappenas mau bikin Perpres (Peraturan Presiden),” ujar Fitrah dikutip Bergelora.com di Jakaera, Selasa (18/5/2026).
Menurut dia, belum adanya anggaran membuat pemerintah belum bisa memulai pembangunan huntap di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
“Anggarannya (belum ada), makanya jadi kami (Kementerian PKP) belum bisa apa-apa,” tutur Fitrah.
Untuk pembangunan yang bersumber dari APBN, jumlahnya berdasarkan rencana induk mencapai sekitar 25.000 unit. Fitrah menambahkan, proses pembangunan baru bisa dimulai setelah anggaran turun dari pemerintah pusat.
Setelah itu, pemerintah masih harus menjalankan proses lelang untuk menentukan pihak pelaksana pembangunan.
“Kalau anggarannya turun, itu kita harus ada proses lelang dulu,” katanya.
Dia menjelaskan, desain huntap saat ini sudah mulai disiapkan. Namun, karena masa tanggap darurat telah selesai, pembangunan tidak lagi bisa dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pembangunan huntap di Aceh dimulai tahun ini, Fitrah menjawab optimistis.
“Iya, tahun ini,” tandas dia singkat.
Buddha Tzu Chi Bangun 2.500 Huntap
Adapun sebelumnya, Yayasan Buddha Tzu Chi berkomitmen membangun 2.500 unit huntap bagi penyintas bencana di Sumatera. Pembangunan akan disebar di tiga provinsi, yaitu Aceh (1.000 unit), Sumatra Barat (500 unit), dan Sumatra Utara (1.000 unit), tipe 36 dilengkapi dengan beberapa fasilitas umum.
Pembangunan perumahan ini merupakan sumbangsih Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang didukung oleh Pengusaha Peduli NKRI dan para donatur lainnya. (Web Warouw)

