Jumat, 12 April 2024

HIPMI Minta Proteksi Pemerintah Hadapi MEA 2015

JAKARTA- Dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dimulai 2015 pemerintah perlu melakukan proteksi untuk melindungi pengusaha Indonesia. Proteksi tidak sulit dilakukan karena presentasi Indonesia adalah paling dominan di Asean. Hal ini disampaikan Hal ini dijelaskan oleh Ketua Umum HIPMI, Raja Sapta Oktohari kepada Bergelora.com di Jakarta Sabtu (20/12).

 

“Pasar Indonesia adalah yang terbesar. Cukup kita kuasai pasar dalam negeri. Kita harus menciptakan standar produksi yang boleh dipasarkan di Indonesia. Sehingga semua produk yang masuk mengikuti standar itu. Hal ini juga akan meningkatkan kompetisi kualitas produksi kita sendiri,” jelasnya.

Namun ia menyadari bahwa standarisasi ini akan menguji mental pengusaha dan pemerintah dalam menerapkan standar tersebut. Standarisasi akan berguna apabila tidak ada lagi pungutan liar, penyogokan dibawah meja, dan korupsi.

Menurutnya MEA akan menjadikan Indonesia sebagai sentral produksi terbesar di Asia Tenggara berhadapan dengan negara-negara lain yang terbatas dalam sumber daya alam dan manusia. Semua kebutuhan Asean bahkan dunia ada di Indonesia dalam jumlah yang sangat besar.

“Untuk itu pemerintah harus segera melakukan sinkronisasi regulasi antar departemen agar MEA adapat bermanfaat untuk memajukan ekonomi dalam negeri,” tegasnya.

Dalam era MEA menurut juga akan terjadi perpindahan tenaga kerja terlatih (Skill Labor) antar negara yang juga akan masuk ke Indonesia yang juga akan membuka peluang bisnis baru di Indonesia

“Kita bisa mensyaratkan setiap tenaga kerja yang masuk harus mengikuti kursus-kursus bahasa Indonesia dengan berbagai grade seperti dalam bahasa Inggris. Jadi selain kita melakukan proteksi dalam bentuk bahasa, kita juga membuka peluang berbagai bisnis pendidikan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya era MEA 2915 telah sering dibicarakan ditingkatan pengusaha muda Indonesia yang tergabung dalam HIPMI sejak 2009. Selama 42 tahun HIPMI dengan anggota 35 ribu pengusaha muda telah menjadi benchmark di Asia Tenggara dan Asia secara umum.

“Banyak negara mencontoh langkah-langkah HIPMI dalam mengkonsolidasikan pengusaha mudanya. Oleh karena itu, HIPMI harus lebih siap menghadapi MEA 2015,” tegasnya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru