Selasa, 17 Mei 2022

INDONESIA GIMANA..? Biden Perintahkan Lembaga AS Hentikan Danai Proyek Berbahan Bakar Batu Bara

JAKARTA- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah memerintahkan lembaga di pemerintahan untuk segera menghentikan pembiayaan proyek bahan bakar fosil intensif karbon di luar negeri. Kemudian memprioritaskan kolaborasi internasional untuk menyebarkan teknologi energi bersih.

Kabel Diplomatik AS mengatakan keterlibatan Pemerintah AS harus mencerminkan tujuan yang ditetapkan dalam perintah eksekutif yang dikeluarkan pada awal tahun yang bertujuan mengakhiri dukungan keuangan AS untuk proyek energi batu bara dan intensif karbon di luar negeri.

“Tujuan dari kebijakan yang dijelaskan di bawah ini adalah untuk memastikan bahwa sebagian besar keterlibatan energi internasional AS mempromosikan energi bersih, memajukan teknologi inovatif, meningkatkan daya saing teknologi bersih AS, dan mendukung transisi net-zero,” kata Kabel Diplomatik AS, dilansir dari The Business Times, Senin, 13 Desember 2021.

“Kecuali dalam kasus yang jarang terjadi di mana ada keamanan nasional yang memaksa, geostrategis, atau manfaat akses pengembangan/energi dan tidak ada alternatif karbon yang lebih rendah yang dapat mencapai tujuan yang sama,” tambahnya.

Kebijakan tersebut mendefinisikan keterlibatan energi internasional padat karbon sebagai proyek yang intensitas gas rumah kacanya di atas nilai ambang batas siklus hidup 250 gram karbon dioksida per kilowatt jam dan termasuk batu bara, gas, atau minyak.

Perintah Eksekutif

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Kebijakan tersebut meresmikan tujuan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam perintah eksekutif dan panduan kebijakan sebelumnya dan ditegaskan kembali dalam forum multilateral seperti pertemuan G-7 di Prancis pada Agustus dan KTT iklim PBB di Skotlandia pada musim gugur.

Kelompok lingkungan mengatakan kebijakan tersebut, yang telah lama mereka anjurkan, adalah langkah ke arah yang benar tetapi menciptakan celah yang dapat merusak tujuannya. Terlepas dari itu, diharapkan semua negara bisa bersama-sama menekan emisi karbon.

“Kebijakan ini penuh dengan pengecualian dan celah yang kurang jelas, dan dapat membuat pembatasan pembiayaan bahan bakar fosil ini sama sekali tidak berarti,” kata Pakar Keuangan Iklim Friends of the Earth Kate DeAngeli. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,182PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terbaru