Sabtu, 25 April 2026

INSPIRATIF…! Saat Narapidana Bikin Lomba Mancing Di Lapas Papakelan, Tondano

Lomba mancing ikan di halaman luar Lembaga Pemasyarakatan Papakelan, Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (24/11). (Ist)

TONDANO- Ada yang unik Jumat (24/11) siang itu. Tidak seperti biasanya, lewat tengah hari, ratusan orang berkumpul di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Papakelan, di kaki perbukitan Makalonso, Tondano. Hari itu ada lomba memancing dibelakang penjara yang selama ini terkenal menakutkan itu.

Lomba memancing ini masih dalam rangka memperingati ulang tahun Minahasa ke 590 tahun. Lomba itu diikuti oleh para narapidana, sipir penjara dan masyarakat umum. Acara itu digagas oleh pemancing yang tergabung dalam Minahasa Fishing Adventure bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Papakelan, Tondano.

Siang yang cerah itu, dengan latar pemandangan pegunungan yang membentengi Kota Tondano, lokasi pemancingan sudah ramai para pemancing dan keluarga bertamasya. Para peserta bebas memilih menggunakan ukuran mata pancing, namun hanya boleh memakai satu kail. Sejam sebelumnya ratusan pemancing sudah mengambil nomor perserta.

Para pemenang Lomba Mancing di Lapas Papakelan, Tondano, Jumat (24/11). (Ist)

Siang itu, sebanyak 100 orang masyarakat biasa bercampur dengan 20 sipir dengan 10 orang narapidana menjadi peserta. Mereka akan berebut jutaan rupiah dengan doorprice dari panitia. Pemenang ditentukan dari hasil ikan terberat.

Suasana riang gembira bercampur canda tidak nampak ada sekat antara masyarakat biasa, sipir dan narapidana. Sorak-sorai ramai saat ada peserta yang berhasil menarik ikan dengan kailnya. Ramai bergantian orang berteriak berat timbangan ikan yang ditangkap para peserta. Berbagai berat ikan mujair dan ikan mas segar bergantian berhasil dipancing peserta.

Anak-anak kecil bersorak-sorai gembira melihat ikan menggelepar dipancing. Tidak terbayang hari-hari biasa yang bersekat antara orang tutupan (narapidana), sipir dan masyarakat. Sebetulnya mereka masih bersaudara, walaupun tinggal di dunia berbatas tembok penjara.

Kesempatan itu tidak disia-siakan juga untuk jumpa keluarga bercengkrama di luar penjara. Tentu kesempatan ini sangat menggembirakan karena bisa bertemu suami, istri dan anak-anak sebagai keluarga, lengkap dengan tamasya dipinggir kolam. Kaum ibu membuka bekal dari rumah dan makan bersama keluarga.

Kepala Lapas Kelas IIB Papakelan, Tondano, Teguh Imanto, Bc.IP, S.IP dan Frans Digdo dari Minahasa Fishing Adventure (Ist)

Saat itu, walau hanya di belakang penjara, tapi tentu beda rasanya bagi para narapidana saat di alam bebas bersama keluarga. Nampak beberapa orang petugas polisi dan prajurit TNI juga berjaga. Namun mereka berpakaian sipil dan berbaur dengan para keluarga yang menonton adu jago mancing.

Frans Edo dari Minahasa Fishing Adventure yang menggagas acara ini menjelaskan selain sebagai petani, rakyat diseputaran Danau Tondano hidup juga sebagai nelayan. Sehingga memancing adalah bukan lagi hobby, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ia berharap penjara yang beralamat Jalan Tondano – Papakelan, Wulauan, Tondano Utara, Kabupaten Minahasa,  itu terletak di tengah wilayah pertanian, dua kilometer di luar kota Tondano ini bisa menjadi daerah tujuan wisata baru.

Para peserta lomba mancing di Lapas Papakelan Tondanp, Sulawesi Utara, Jumat (24/11) bergembira para setiap tangkapan ikan pancingan. (Ist)

“Dengan adanya tempat pemancingan seperti ini, masyarakat desa sekitar dan penghuni Lapas bisa mengembangkan berbagai usaha baru. Menjadi desa wisata,” ujarnya.

Lomba ini juga menurutnya diselenggarakan sebagai awal kerja sama antara  masyarakat di luar penjara dengan penghuni dan sipir di dalam penjara. Walaupun dibatasi tembok penjara, tapi tetap bersaudara.

“Karena harus menjalani hukuman saja tempat kita berbeda, tapi kita tetap saudara dan suatu saat akan bersama lagi di tengah masyarakat,” jelasnya

Kepala Lapas Kelas IIB Papakelan, Tondano, Teguh Imanto, Bc.IP, S.IP menjelaskan acara seperti ini perlu dilakukan setiap tahun. Karena bisa menjadi cara baru membina para narapidana supaya saat bebas nanti bisa segera membaur dengan masyarakat.

“Ini juga kegiatan bagus bagi para napi asimiliasi,” demikian Kepala Lapas menjelaskan kepada Bergelora.com sore itu.

Kanaya (7 tahun) putri Frans Digdo saat memberikan door price kepada salah seorang peserta yang beruntung dalam lomba mancing di Penjara Papakelan, Tondano, Sulawesi Utara, Jumat (24/11). (Ist)

Ia berharap nantinya kegiatan bisa lebih dikembangkan lagi bukan saja pemancingan. Karena Lapas Tondano ini bukan hanya memiliki kegiatan perikanan.

“Ada perbengkelan, perkebunan, pernakan, pertanian dan pertukangan kayu. Kita bisa bikin pameran atas karya para narapidana. Kalau meraka bebas nanti, mereka sudah punya keahlian dan pasar yang bisa diandalkan,” jelasnya bersemangat.

Tepat jam 5 sore, pemenang memancing sepanjang siang itu sudah ketahuan. Juara pertama dengan berat tangkapan 2 kg ikan mendapatkan hadiah uang tunai Rp 2.000.000. Juara kedua  dengan berat 1,57 kg ikan mendapatkan Rp 1.500.000. Juara ketiga dengan berat 1,45 kg ikan mendapatkan Rp 1.000.000 dan juara keempat dengan berat 1,45 kg ikan mendapatkan Rp 500.000. Hadiah doorprice berupa alat-alat pancing didapat oleh Alfred Laoh, seorang sipir penjara. Hasil tangkapan dibagi-bagi ada yang dibawa pulang oleh keluarga dan ada yang dibawa ke dalam penjara. 

Ibu-ibu juga ramai berjualan dipinggir arena pemancingan. Mereka berjualan mainan anak, pisang goreng, gohu (acara pepaya), singkong goreng dan berbagai makanan dan minuman lainnya.

“Tentu kami senang sekali. Selain jadi ramai dan ada hiburan, kami bisa berjualan menambah penghasilan. Kalau boleh setiap hari ada kegiatan seperti ini,” kata ibu Aji Rambing bersemangat sambil melayani pembeli.

Tenyata kaum narapidana pun bisa membangun harapan dari balik penjara ikut serta  membangun negeri ini. Mereka bisa membuat pemancingan, menghidupi masyarakat desa sekitar penjara, bahkan berproduksi. Menebus kesalahan yang pernah mereka lakukan. Bagi para narapidana penjara, acara seperti ini sangat berarti. Hanya saja jarang ada media yang tertarik mengeksposnya. (Inne Rumagit)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles