Rabu, 15 April 2026

JANGAN GRATISAN LAGI..! Amerika AS dan Indonesia Bentuk Pakta Kerja Sama Pertahanan, Ini 3 Pilarnya

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) dan Indonesia telah mengumumkan pembentukan pakta kerja sama pertahanan utama baru. Pakta ini diklaim sebagai kerangka kerja yang bertujuan untuk memperluas hubungan militer bilateral dan meningkatkan stabilitas regional di Indo-Pasifik.

Dalam pernyataan bersama, Departemen Pertahanan—yang sekarang dikenal sebagai Departemen Perang—AS dan Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan pakta ini mencerminkan “puluhan tahun kerja sama” dan komitmen bersama terhadap perdamaian, keamanan, dan penghormatan terhadap kedaulatan.

“Kedua negara saling mengakui sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kerja sama berdasarkan rasa saling menghormati, kedaulatan, dan kepentingan bersama dalam perdamaian dan stabilitas regional,” bunyi pernyataan tersebut.

Berdasarkan pernyataan tersebut, pakta ini bertumpu pada tiga pilar inti. Yakni, modernisasi militer dan peningkatan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional.

Sebelumnya, pada hari Senin, Menteri Perang AS Pete Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon untuk membahas upaya meningkatkan hubungan pertahanan bilateral.

“Kemitraan baru ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan kolaborasi operasional, bermitra dalam modernisasi pertahanan, dan meningkatkan pelatihan serta interoperabilitas,” kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan mereka.

Dari laman resmi Pentagon dikutip Bergelora.com di Jakarra, Rabu (15/4/2026), berikut teks lengkap pernyataan juru bicara utama Pentagon Sean Parnell terkait pakta yang dibentuk kedua negara: Menteri Perang Pete Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin  di Pentagon, di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama.

Kemitraan baru ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan kolaborasi operasional, bermitra dalam modernisasi pertahanan, dan meningkatkan pelatihan dan interoperabilitas.

Selama pertemuan tersebut, Menteri Hegseth memuji Indonesia atas partisipasinya dalam Board of Peace dan peran kepemimpinannya dalam International Stabilization Force.

Para pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang vital dan terus berkembang serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional.

Kedua pemimpin berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral dan multilateral, seperti SUPER GARUDA SHIELD, untuk memperkuat kemampuan kolektif dan mempromosikan Perdamaian melalui Kekuatan. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles