Minggu, 26 April 2026

JANGAN LAMBAT…! Bukan Cuma Bangka Belitung, Ini 29 Lokasi Potensial Untuk PLTN di Indonesia

JAKARTA – Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan hasil pemetaan wilayah-wilayah di Indonesia yang berpotensi menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Sebanyak 29 lokasi tersebar di berbagai provinsi telah teridentifikasi sebagai daerah potensial untuk pengembangan energi nuklir di masa depan.

Daftar 29 Lokasi Potensial Pembangunan PLTN

Menurut Agus Puji Prasetyono, Anggota Pemangku Kepentingan DEN, wilayah-wilayah tersebut meliputi:

Pangkalan Susu – Sumatera Utara
Tanjung Balai – Sumatera Utara
Batam – Kepulauan Riau
Bintan – Kepulauan Riau
Bangka Barat – Kepulauan Bangka Belitung
Bangka Tengah – Kepulauan Bangka Belitung
Bangka Selatan – Kepulauan Bangka Belitung
Bojanegara – Banten
Muria – Jawa Tengah
Gerokgak – Bali
Sambas – Kalimantan Barat
Pulau Semesa – Kalimantan Barat
Pantai Gosong – Kalimantan Barat
Muara Pawan – Kalimantan Barat
Pangaran Timur – Kalimantan Barat
Keramat Jaya – Kalimantan Barat
Kendawangan – Kalimantan Barat
Airhitam – Kalimantan Barat
Kualajelai – Kalimantan Barat
Sangatta – Kalimantan Timur
Samboja – Kalimantan Timur
Babubu Laut – Kalimantan Timur
Morowali – Sulawesi Tengah
Muna – Sulawesi Tenggara
Toari – Sulawesi Tenggara
Tanjung Kobul – Maluku
Teluk Bintuni – Papua Barat
Timika – Papua Tengah
Merauke – Papua Selatan

Fokus Awal pada Empat Wilayah

Agus menyebutkan bahwa pengembangan tahap pertama akan difokuskan pada empat wilayah strategis, yaitu:

Kalimantan Barat
Bangka Belitung
Sulawesi Tenggara
Halmahera, Maluku Utara

“Berdasarkan sidang anggota DEN, empat yang potensial itu adalah Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, dan satu lagi Halmahera di Maluku Utara,” jelas Agus saat ditemui usai acara Anugerah DEN, Selasa (10/12).

Dekat Tambang dan Smelter, Pertimbangan Utama Lokasi PLTN

Menurut Agus, lokasi pembangunan PLTN harus dekat dengan tambang atau smelter yang membutuhkan pasokan energi besar.

“Semuanya mendekati tambang,” ungkapnya.

Jika seluruh 29 PLTN berhasil dibangun dan beroperasi, DEN memperkirakan tambahan kapasitas listrik dari energi nuklir akan mencapai 45-54 gigawatt (GW).

Agus juga menjelaskan bahwa dalam menentukan lokasi, ada beberapa tantangan geografis yang harus diperhatikan:

Bebas dari risiko tsunami.
Jauh dari gunung berapi aktif.
Terhindar dari sesar atau patahan aktif.

Target PLTN Pertama Beroperasi pada 2032

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan PLTN pertama Indonesia akan mulai beroperasi pada 2032 dengan kapasitas awal 250-300 megawatt (MW).

“Kita targetkan di 2032 nuklir sudah jalan, karena ini salah satu cara menurunkan cost listrik sekaligus menuju Energi Baru Terbarukan (EBT),” ujar Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI.

Bahlil menambahkan, kapasitas PLTN akan ditingkatkan secara bertahap. “Mungkin tahap awal tidak dalam skala besar, 250-500 MW, ke depannya kita akan buat lebih bagus,” tuturnya.

Dengan dukungan dari DEN dan pemerintah, pengembangan PLTN ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi hijau yang lebih berkelanjutan. (Enrici N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles