Selasa, 5 Mei 2026

KEKALAHAN YANG MEMALUKAN..! Putin Umumkan Produksi Massal Rudal Oreshnik yang Tak Bisa Dicegat AS dan NATO

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat (22/11/2024) mengonfirmasi keputusan memulai produksi massal sistem rudal balistik Oreshnik yang baru. Pengumuman itu muncul setelah sistem itu digunakan dalam pertempuran untuk pertama kalinya awal pekan ini di Ukraina.

Berbicara dalam pertemuan di Kremlin dengan pimpinan Kementerian Pertahanan dan perwakilan industri pertahanan, Putin menggarisbawahi sistem rudal Oreshnik, salah satu kemajuan militer terbaru Rusia, bukanlah modernisasi senjata Soviet lama. Sebaliknya, itu adalah pengembangan baru yang didasarkan pada teknologi hipersonik mutakhir dan material modern.

“Itu adalah hasil kerja yang dilakukan dalam kondisi Rusia Baru,” ungkap Putin, menyoroti sistem itu diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan kontemporer.

Putin mengonfirmasi beberapa sistem Oreshnik saat ini sedang menjalani pengujian di Rusia, dan keputusan untuk memulai produksi massal telah dirumuskan.

“Anda dapat berasumsi keputusan tentang produksi telah dibuat. Bahkan, itu terorganisasi,” papar dia.

Lebih banyak sistem rudal diharapkan akan dikirimkan ke Pasukan Rudal Strategis Rusia dalam beberapa bulan mendatang.

Penggunaan rudal Oreshnik untuk pertama kalinya dalam pertempuran terjadi pada hari Kamis, 21 November 2024 lalu, ketika rudal tersebut digunakan untuk menyerang fasilitas pertahanan Ukraina di Dnepropetrovsk. Sasarannya adalah Yuzhmash, salah satu fasilitas industri pertahanan terbesar Ukraina yang diwarisi dari Uni Soviet yang memproduksi peralatan rudal dan senjata lainnya.

Putin mengatakan penggunaan rudal tersebut merupakan respons terhadap serangan Kiev di dalam wilayah Rusia dengan senjata jarak jauh yang dipasok Barat seperti ATACMS Amerika dan rudal Storm Shadow Inggris.

Oreshnik digambarkan sebagai senjata hipersonik jarak menengah yang dirancang untuk serangan presisi tinggi. Menurut Kementerian Pertahanan, “semua hulu ledak” rudal tersebut “mencapai target” selama pengerahan pekan ini. Presiden memuji keberhasilan uji coba dan pengerahan rudal dalam pertempuran, dan mengungkapkan kekagumannya atas kecepatan pengembangan sistem tersebut. Putin juga menekankan pentingnya melanjutkan pengujian dan meningkatkan tingkat produksi.

“Saya mengucapkan selamat kepada militer atas keberhasilan uji coba dan mendukung penerapan sistem ini,” ungkap dia.

Kepada Bergelora.com.di Jakarta dilaporkan dari Moskwa, NATO termasuk AS dan negara-negara Uni Eropa ternyata tidak mampu mencegat rudal Oreshnik yang dibuat Rusia. Itu menjadi suatu kekalahan yang memalukan bagi NATO dan AS yang mengklaim mendominasi dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Ist)

Kekalahan yang Memalukan, Mengapa NATO Tidak Dapat Mencegat Rudal Oreshnik Rusia?

1. Mampu Terbang dengan Kecepatan 3 Km per Detik

 

Rudal Oreshnik terbang dengan kecepatan Mach 10, atau 3 km per detik, pensiunan kolonel Angkatan Darat Rusia dan analis militer Viktor Litovkin mengatakan kepada Sputnik.

Dia menjelaskan mengapa rudal itu tidak dapat dicegat oleh pertahanan udara modern.

“Ciri unik dari sistem rudal Oreshnik adalah, pertama, rudal tersebut merupakan rudal jarak menengah – rudal tersebut terbang hingga jarak 1.000 km hingga 5.500 km – dan kedua, rudal tersebut hipersonik, terbang dengan kecepatan Mach 10,” kata pensiunan kolonel Angkatan Darat Rusia dan analis militer Viktor Litovkin kepada Sputnik.

Mach 10, atau 10 kali kecepatan suara, setara dengan 3 km per detik, kata pakar tersebut. Tidak ada satu pun sistem pertahanan udara atau rudal di dunia yang mampu mencegat rudal hipersonik tersebut, tegas Litovkin.

2. Barat Tidak Memiliki Rudal seperti Oreshnik

 

“Barat tidak memiliki rudal yang terbang dengan kecepatan seperti itu atau rudal hipersonik sama sekali,” lanjut pakar tersebut.

“Meskipun AS telah berulang kali membanggakan bahwa mereka memiliki rudal tersebut, mereka tidak pernah menunjukkan peluncuran rudal tersebut. Mereka tampaknya menunjukkan rudal yang terbang dengan kecepatan supersonik 5,5 kali kecepatan suara atau Mach 5,5. Namun, kecepatan hipersonik dimulai pada Mach 6-7.”

3. Mirip dengan Rudal Kinzhal

 

Prinsip pengoperasian rudal tersebut mirip dengan yang ditunjukkan oleh rudal hipersonik Kinzhal, yang diluncurkan oleh pesawat supersonik MiG-31K, atau kendaraan luncur sistem hipersonik Avangard yang dipercepat oleh rudal balistik antarbenua UR-100N UТТKh, sang pakar menjelaskan. Rudal tersebut juga dilengkapi dengan beberapa hulu ledak, sang pakar menegaskan.

“Rudal tersebut mempercepat seluruh hulu ledaknya ke kecepatan hipersonik dengan blok pemisah yang terbang ke target juga pada kecepatan hipersonik,” kata Litovkin.

Beberapa pakar militer berasumsi bahwa rudal Rusia yang baru dapat membawa setidaknya enam kendaraan masuk kembali yang ditargetkan secara independen (MIRV). Mereka memperkirakan bahwa rudal jarak menengah Oreshnik akan membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk mencapai target utama NATO di Eropa.

Menurut beberapa perkiraan, rudal tersebut dapat mencapai pangkalan rudal Aegis Ashore AS di Redzikowo, Polandia dalam waktu delapan hingga 11 menit. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles