× KOMPAS.com Official App GRATIS Install Kompas.com News Nasional Soal Kuota Hangus, Hakim MK: Saya Beli 10 GB, Baru Pakai 9 GB Sudah Selesai Kompas.com, 5 Mei 2026, 07:03 WIB Baca di App Singgih Wiryono Penulis 2 Add on Google 52 Lihat Foto JAKARTA, KOMPAS.com – Hakim Konstitusi Guntur Hamzah mempertanyakan kembali mengapa kouta yang dibeli oleh masyarakat dengan jumlah paket data hilang dengan adanya batasan waktu. Dia memberikan contoh ketika masyarakat sudah membeli kuota 10 Gigabyte (GB) dengan harga Rp 25.000. Namun baru digunakan 9 GB, kuta sisa sudah hangus karena masa waktu pakai. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ “Sudut pandang masyarakat, publik, customer, pelanggan ini mengatakan, ‘saya beli Rp 25.000 untuk 10 Gigabyte, tapi kok baru 9 GB sudah selesai’ (tak bisa digunakan lagi),” kata Guntur Hamzah dalam sidang perkara Nomor 33/PUU-XXIV/2026 dan 273/PUU-XXIII/2025, Senin (4/5/2026). Baca juga: Saldi Isra: Kuota Hangus Tidak Untungkan Operator, Tapi Ada Pihak yang Dirugikan Menurut Guntur, ada perbedaan sudut pandang antara masyarakat dan operator seluler terkait dengan pembelian kuota internet ini. Gelombang Panas Melanda Karachi, Suhu Capai 42 Derajat Celsius Kuota Internet Hangus Marak Dikeluhkan, Konsumen Butuh Transparansi Artikel Kompas.id Masyarakat menilai kuota internet adalah pembelian barang yang sepenuhnya adalah milik mereka setelah transaksi. Sedangkan operator menilai sebagai bentuk jasa. “Bapak mengatakan ini layanan, ini jasa, sementara masyarakat melihatnya ini adalah barang,” tuturnya. Namun pandangan masyarakat dinilai memiliki dasar hukum kuat. Guntur Hamzah menyinggung yurisprodensi Mahkamah Agung yang mengatakan ada barang yang tak terlihat, seperti aliran listrik yang kini juga dibayar menggunakan token dan kuota aliran listrik. Baca juga: Soal Kuota Hangus, Ketua BPKN Ingatkan Kualitas dan Pemerataan Akses Internet Walakin, pihak operator yang menyebut jasa juga tidak salah, karena pengenaan pajak dari layanan internet adalah pajak layanan jasa. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ “Tetapi apakah ini bukan barang? jangan salahkan masyarakat, saya banyak guru besar ngirim SMS ke saya dia bilang ‘itu (kuota internet) bukan jasa, itu tuh barang,” ucapnya. Guntur mengatakan, perlu ada jalan tengah dalam persepsi yang berbeda antara masyarakat dan operator seluler tersebut. Salah satunya adalah dengan memberi kebebasan pilihan pelanggan terkait dengan paket layanan yang mereka pilih. “Kasih pilihan saja, ada pilihannya berdasarkan waktu ada pilihannya berdasarkan misalnya berapa giga, gitu kan,” tandasnya. Penjelasan Operator Dalam sidang yang sama, VP Head of Prepaid Product and Pricing Strategy Indosat, Nicholas Yulius Munandar menjelaskan, layanan berbasis volume tanpa batas waktu, Indosat menilai model tersebut berisiko terhadap pengelolaan jaringan dan berpotensi mendorong kenaikan tarif. Baca juga: Kuota Internet Hangus di Sorotan MK: Untung atau Rugi bagi Pelanggan? “Pada dasarnya operator harus menyediakan kapasitas untuk jangka waktu yang tidak dapat diprediksi yang pada akhirnya akan mempengaruhi perencanaan kapasitas serta pengelolaan jaringan secara keseluruhan yang berpotensi mendorong perubahan atau kenaikan pada struktur tarif secara umum,” paparnya. Dia juga menjelaskan, penyeragaman model layanan internet dinilai berpotensi merugikan pelanggan dan mendorong kenaikan tarif, terutama bagi pengguna paket murah berbatas waktu. “Kerugian yang paling signifikan apabila permohonan ini dikabulkan justru akan dirasakan oleh para pelanggan itu sendiri terutama mereka yang selama ini mengandalkan layanan dengan batas waktu tertentu yang lebih terjangkau,” kata Nicholas. Baca juga: Di Sidang MK, Operator Ingatkan Risiko Kuota Tanpa Masa Berlaku dan Sistem Rollover Lebih lanjut, Indosat menilai layanan internet tidak dapat disusun dengan pendekatan tunggal karena kebutuhan masyarakat yang beragam. “Hal ini merupakan realitas yang menunjukkan bahwa layanan data internet tidak dapat dirancang dengan hanya satu pendekatan yang seragam,” katanya. Dari sisi preferensi pelanggan, Indosat mengungkapkan mayoritas pengguna masih memilih paket internet dengan masa berlaku tertentu. “Berdasarkan data per 31 Maret 2026 sebagaimana terlampir di dokumen data menunjukkan bahwa 95 persen pelanggan paket internet Indosat masih memilih paket non rollover, sementara hanya 5 persen yang memilih paket dengan model rollover,” ungkapnya. Baca juga: Di Sidang MK, Operator Sebut Kuota dan Masa Aktif untuk Jaga Kualitas Internet Indosat menilai penyeragaman layanan berbasis kuota tanpa batas waktu justru berpotensi merugikan banyak pihak. “Aspirasi untuk menyeragamkan suatu model layanan berbasis volume tanpa parameter waktu untuk memenuhi kebutuhan hanya satu segmen pelanggan dikhawatirkan akan menimbulkan dampak kerugian kepada berbagai segmen pelanggan lainnya,” jelasnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang 2 Add on Google 52 52 Komentar Peter fee saya heran, hal seperti ini mesti sampai mk. seharusnya untuk kepentingan masyarakat ekonomi lemah, tidak perlu tawar menawar lagi. operator terlalu serakah.. masih berani berakting memikirkan konsumen. Peter fee saya heran, hal seperti ini mesti sampai mk. seharusnya untuk kepentingan masyarakat ekonomi lemah, tidak perlu tawar menawar lagi. operator terlalu serakah.. masih berani berakting memikirkan konsumen. Semua komentar kuota internet Guntur Hamzah kuota hangus Lihat Nasional Selengkapnya Pilihan Untukmu News Di Sidang MK, Operator Ingatkan Risiko Kuota Tanpa Masa Berlaku dan Sistem Rollover BrandzView BCA Digital Luncurkan Monit x bluCorporate Card, Permudah Transaksi Bisnis News Nadiem: Kenapa Tak Semua Menteri Dibui karena Perkaya Orang Saat Pengadaan? News Konsultan Pajak Beberkan Alasan Nilai Saham Nadiem Melonjak hingga Rp 5,2 T Travel Ada Hotel di Dalam Stasiun Gambir, Bisa Menginap 4 Jam, Sekian Biayanya News Potongan Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen, Menteri Maman: UMKM “Fine-fine” Saja BrandzView Kampanye Keselamatan Berkendara Heineken dan Grab Sabet Penghargaan MMA Smarties Awards News Di Sidang MK, Operator: Penyeragaman Internet Berisiko Rugikan Pelanggan dan Picu Tarif Naik News Operator Telekomunikasi: Sisa Kuota yang Tidak Terpakai Tak Berpindah ke Manapun News KPK Lakukan Kajian soal Program Sekolah Rakyat untuk Cegah Korupsi News Kuota Internet Hangus di Sorotan MK: Untung atau Rugi bagi Pelanggan? News Saldi Isra: Kuota Hangus Tidak Untungkan Operator, Tapi Ada Pihak yang Dirugikan News Hakim MK “Tergelitik” Dengar Penjelasan Operator Seluler Terkait Kuota Hangus News Prabowo di Panggung May Day: Gue Presidennya, Bukan Teddy Indra Wijaya [KLARIFIKASI] Video Donald Trump Dilarikan ke RS Dibuat dengan AI 01:39 [KLARIFIKASI] Video Donald Trump Dilarikan ke RS Dibuat dengan AI Video 1 jam lalu 02:55 Enam Fraksi DPRD Kaltim Dukung Hak Angket Bahas Anggaran Mobil Dinas Gubernur Video 2 jam lalu 03:28 Dilaporkan ke Polisi, Ade Armando Mundur dari PSI Video 2 jam lalu 03:08 AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz, Teheran Membantah Video 2 jam lalu 04:30 Serangan Iran Picu “Amarah” UEA, Ancaman Balasan Menguat Video 2 jam lalu 02:06 Pabrik Kembang Api di China Meledak, 21 Orang Tewas, Xi Jinping Turun Langsung Video 2 jam lalu 03:55 Gibran Terima Kunjungan Wakil PM Laos di Istana Wapres, Bahas Kerja Sama Ini Video 2 jam lalu 06:13 Duel CENTCOM Vs IRGC di Selat Hormuz: “Proyek Kebebasan” Terjebak dalam Zona Kontrol Video 3 jam lalu 04:11 Horor Senin Malam, Sekali Hujan Deras Bikin Jakarta Langsung Kacau Video 3 jam lalu 03:11 Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar, 3 Penumpang Tewas Video 4 jam lalu 03:45 UEA Klaim Diserang Rudal Iran, Teheran Membantah Video 4 jam lalu 02:58 Kapal Korsel Terbakar di Selat Hormuz, Trump Desak Seoul Kirim Kapal Perang Video 4 jam lalu 07:01 Iran Cekik “Proyek Kebebasan” AS: Kapal Perang Ditantang Rudal, Trump Krisis Taktik? Video 5 jam lalu 04:56 Iran-AS Saling Serang di Selat Hormuz, Gencatan Senjata di Ambang Keruntuhan Video 5 jam lalu 04:04 Selat Hormuz Memanas, Persiapan Perang Berlangsung di Iran Video 5 jam lalu Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ TERPOPULER 1 Soal Kuota Hangus, Hakim MK: Saya Beli 10 GB, Baru Pakai 9 GB Sudah Selesai 2 Waketum PSI Bro Ron Dipukuli di Menteng Jakpus, 2 Pelaku Ditangkap 3 Saat Dua Menhan Bergaya Santai di Bali: Jalan di Pesisir Pantai Sambil Menikmati “Sunrise” 4 Ironi Kota Minyak, Hanya 2 SPBU Layani Biosolar Bikin Ratusan Sopir Truk Demo DPRD 5 Konsultan Pajak Beberkan Alasan Nilai Saham Nadiem Melonjak hingga Rp 5,2 T TERPOPULER LAINNYA TERKINI KY Harap Independensi dan Integritas Hakim Ad Hoc Meningkat Usai Tunjangan Naik NASIONAL – 7 menit lalu Hakim MK Heran Anggaran Kampus Dipakai Bikin Seragam Dosen hingga Air Mineral NASIONAL – 9 menit lalu Siswa Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Mensos: Pertajam Data Warga Miskin! NASIONAL – 10 menit lalu Gibran Kecam Kekerasan Seksual di Ponpes Pati: Tak Dapat Ditoleransi! NASIONAL – 23 menit lalu Ade Armando Mundur, PSI Kehilangan Sosok Pengawas Moral NASIONAL – 28 menit lalu Profil Letjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Disebut Jadi Waka BIN NASIONAL – 28 menit lalu Ratusan Pelajar Jabar Keliling Istana, Sempat Ngobrol dengan Prabowo NASIONAL – 34 menit lalu Anggota DPR: Pelibatan TNI di Pembekalan LPDP Perlu Ditinjau Ulang NASIONAL – 42 menit lalu Gibran Bertemu Wakil PM Laos, Bahas soal Kejahatan “Scam” NASIONAL – 45 menit lalu 49 Pendamping PKH Dipecat, Langgar Aturan Penyaluran Bansos NASIONAL – 48 menit lalu Siswa Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Anggota DPR: Alarm Pendidikan! NASIONAL – 1 jam lalu Prabowo Panggil Purbaya hingga Menkeu Era Soeharto ke Istana, Ada Apa? NASIONAL – 1 jam lalu Komisi X DPR Tunggu Putusan MK, Janji Masukkan Isu Gaji Dosen Non ASN ke RUU Sisdiknas NASIONAL – 1 jam lalu Ade Armando Mundur dari PSI, Ini Jejak Karier Akademik dan Jurnalistiknya NASIONAL – 1 jam lalu Menakar Perpres Anak Tak Sekolah dan Hak 4 Juta Generasi Masa Depan NASIONAL – 1 jam lalu 1 2 3 Next Highlight Edu 1 13 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat buat 2026, Lulus Kuliah Jadi CPNS Edu 2 Syarat Nilai Rapor Daftar IPDN, STIN, dan STIS, Lulus Bisa Jadi CPNS Edu 3 4 Jurusan Teknik Mesin Terbaik di Indonesia, Referensi Daftar Jalur Mandiri 2026 Edu 4 Soal 1 Kampus 1 Dapur MBG, Rektor UI: Silakan Dikaji, tetapi Bukan di Universitas Edu 5 Mendikti dan Kepala BGN Resmikan SPPG Unhas, Pertama di Lingkungan PTN Edu Terpopuler Lainnya JELAJAHI KOMPAS.COM BOLA TEKNO OTOMOTIF GLOBAL NEWS PEMILU IKN TREN NASIONAL MEGAPOLITAN ENTERTAINMENT MONEY SAINS REGIONAL HEALTH PROPERTI LIFESTYLE HYPE TRAVEL EDUKASI FOTO VIK OHAYO JEPANG PESONA INDONESIA KOLOM JEO VIDEO LESTARI PLAY EVENT STORE ARTIKEL TERPOPULER ARTIKEL TERKINI TOPIK PILIHAN ARTIKEL HEADLINE BACK TO TOP Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com Daftarkan Email Penghargaan dan sertifikat: Kabar Palmerah About Us Advertise Ketentuan Penggunaan Kebijakan Data Pribadi Pedoman Media Siber Career Contact Us ©2026 PT. Kompas Cyber Media
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/07032641/soal-kuota-hangus-hakim-mk-saya-beli-10-gb-baru-pakai-9-gb-sudah-selesai?page=all.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

