Senin, 27 April 2026

YUUK…! Kenduri Nusantara 2019: Doa Anak Negeri, Umbul Donga Rawat NKRI, Jaga Indonesia

Enny Wahyuningsih, Penyelenggara Kenduri Nusantara Doa Anak Negeri. (Ist)

SOLO- Rakyat Solo prihatin dan gelisah melihat situasi nasional terakhir bangsa Indonesia menjelang Pemilu 2019 pada April nanti. Penyelenggara Kenduri Nusantara Doa Anak Negeri Enny Wahyuningsih mengatakan bahwa Semakin hari semakin panas oleh perbedaan pendapat.  Perbedaan pilihan tergiring menjadi menyebarnya saling curiga, amarah, dan bahkan tindakan yang merusak tali silaturahmi dan kekeluargaan.

“….. Kulihat Ibu Pertiwi, sedang bersusah hati…. Persaudaraan serta persahabatan sekonyong-konyong rusak dan semakin parah oleh tindak-tanduk pengelompokan, katanya kepada Bergelora.com di Solo, Sabtu (2/3).

Kondisi inilah yang menurutnya menggerakkan masyarakat Solo untuk menggelar doa bersama. Kenduri Nusantara Doa Anak Negeri untuk umbul donga, memanjatkan doa bersama demi keselamatan negeri.

“Bagi kami, kenduri merupakan sebuah mekanisme sosial untuk merawat keutuhan, memulihkan keretakan, dan meneguhkan kembali cita-cita bersama, sekaligus melakukan kontrol sosial atas penyimpangan dari cita-cita tersebut,” jelasnya.

KENDURI NUSANTARA akan diadakan pada hari Minggu, 3 Maret 2019. Pukul 07.00 – 10.00 WIB di Benteng Vastenburg Surakarta.

Umbul donga memanjatkan doa bersama secara lintas iman untuk 

keselamatan negeri dilakukan oleh warga solo bersama dengan ulama rakyat, salah satunya Gus Muwafiq.

“Perhelatan ini merupakan inisiatif kami sendiri, warga masyarakat Solo, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap situasi bangsa yang semakin jauh dari rasa solidaritas,” katanya.

Selama ini BHINNEKA TUNGGAL IKA hanya menjadi simbol belaka bahwa negara memiliki sejarah yang dibangun oleh beragam budaya, beragam suku bangsa, dan beragam agama serta kepercayaan yang dianutnya.

“Karena itulah dibutuhkan kesadaran untuk kembali ke akarnya bahwa kita memiliki bangsa yang kaya warisan budaya,” katanya.

Inilah saatnya kembali merawat NKRI menjaga Indonesia yang menjadi tanggung jawab semua pihak sebagai anak bangsa.

“Kami warga Solo tidak rela bangsa ini terbelah dan tidak tenang dalam melanjutkan membangun negeri demi kesejahteraan rakyat.”

Kenduri dengan sajian tumpengan merah putih adalah simbol semangat, simbol kecintaan pada NKRI. Masyarakat Solo berharap warga di wilayah lain seantero negeri bisa melakukan hal yang sama dengan cara dan bentuk sesuai dengan tradisi dan kepercayaan/keyakinan masing-masing.

“Inilah saatnya kita menata kembali ruang sosial kita, membuka kembali sekat-sekat, membersihkan kembali saluran-saluran yang kotor, dan menyiraminya dengan air kesejukan,” katanya.

Enny mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berdoa dan menyampaikan persaudaraan kepada sesama anak bangsa dimana pun berada.

“Kita rawat dan jaga bersama agar Ibu Pertiwi tidak bersusah hati. Mari bersimpuh dan memanjatkan doa. Demi kita semua, bangsa Indonesia,” tetasnya. (Putut)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles