Selasa, 13 Januari 2026

KERJA SIANG MALAM NIH..! BNPB: Personel TNI Tangani Bencana Dapat Uang Makan-Lelah Rp 165 Ribu

JAKARTA – Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan personel TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatera mendapatkan uang makan dan uang lelah. Per hari, setiap personel mendapatkan Rp 165 ribu.

“Sebenarnya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan untuk kondisi darurat ini personel TNI di lapangan itu mendapatkan dua komponen sebenarnya, uang makan dan uang lelah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Abdul Muhari, kepada wartawan, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Muhari mengatakan personel TNI mendapatkan uang makan Rp 45 ribu per hari. Mereka juga menerima uang lelah penanganan bencana Rp 120 ribu.

“Uang makan ini sebesar Rp 45 ribu per hari dan uang lelah itu Rp 120 ribu per hari, jadi total yang diterima personel di lapangan itu Rp 165 ribu per hari,” jelasnya.

Muhari mengatakan TNI telah mengajukan dana operasional penanganan bencana sebanyak Rp 84 miliar. Dia menyebutkan sebanyak Rp 2,7 miliar sudah disalurkan ke Mabes TNI dan kodam di wilayah bencana.

“Ini yang untuk operasional dari data kami TNI, khususnya itu memang mengajukan sebesar Rp 84 miliar, dari Rp 48 miliar ini, Rp 2,7 miliarnya itu sudah kita salurkan, baik itu ke Mabes TNI maupun ke kodam-kodam yang terlibat secara langsung personelnya di lapangan, seperti Kodam Iskandar Muda, Bukit Barisan, dan Kodam di Sumatera Barat,” tutur dia.

Prabowo Perintahkan Kemhan Beli 100 Jembatan Bailey

Sebelumnya kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Pertahanan membeli 100 Jembatan Bailey. Pengadaan jembatan sementara yang mudah dipasang dan dipindahkan tersebut tak hanya untuk menyambung sejumlah wilayah terputus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang juga bertugas sebagai Komandan Satuan Tugas Pembangunan Jembatan, Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, sejumlah jembatan Bailey yang akan dibeli tersebut juga akan digunakan untuk menjadi penghubung sejumlah wilayah di Indonesia.

“Presiden langsung melalui Kemhan akan dicari 100 jembatan bailey dari luar negeri. Sebanyak 100 jembatan bailey untuk mendukung di bencana ini dan juga mungkin ini akan kita gunakan di daerah-daerah di seluruh Indonesia,” ujar Maruli dikutip, Senin (29/12/2025).

Di wilayah terdampak Banjir Sumatra, kata dia, TNI AD sudah mendapatkan 44 unit Jembatan Bailey. Sebanyak 12 unit telah beroperasi, enam unit dalam proses pemasangan, dan 15 unit dalam proses pengiriman menuju lokasi pemasangan.

Selain itu, TNI AD juga sudah memasang enam dari 47 Jembatan Armco yang dimiliki. Saat ini, tiga unit lainnya sedangkan dalam proses pemasangan, sedangkan sisanya masih dalam tahap pengiriman.

“Untuk mempercepat pekerjaan ini, kita lakukan tiga shift. Jadi anggota kita bekerja pagi, siang, malam. Kalau tidak bekerja seperti ini saya kira tidak akan mencapai target,” kata Maruli.

Saat ini, menurut dia, sejumlah wilayah terdampak juga tengah meminta pembangunan jembatan gantung yang mampu mengangkut sepeda motor. Akan tetapi, berdasarkan proses dan evaluasi di lokasi, jembatan gantung hanya bisa menjadi sarana transportasi warga dan logistik.

“Jembatan gantung itu ternyata tidak boleh beratnya [tak seimbang]. Berat yang sudah kita tentukan bertemu di satu titik,” ujar dia.

Dia mengklaim, TNI AD telah memiliki 11 jembatan gantung. Sebanyak tiga jembatan gantung telah terpasang dan beroperasi. Sedangkan sisanya masih dalam tahap evaluasi dan survei. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru