Selasa, 23 Juli 2024

Kunjungi Keluarga, Presiden Jokowi Minta Pencarian Korban Lion Air JT610 Dilakukan 24 Jam

Presiden Jokowi berdialog dengan keluarga korban pesawat Lion Air JT610, di Crisis Center Terminal I Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/10) malam. (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa pesawat Lion Air JT610, yang diperkirakan jatuh di Perairan Utara Karawang, Jawa Barat, dalam perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin (29/10) pagi.

“Kita semuanya sangat tahu perasaan para keluarga penumpang yang menunggu informasi, yang menanti kabar terutama dari Basarnas,” kata Presiden Jokowi dalam konperensi pers usai mengunjungi Crisis Center, di Terminal I Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/10) malam.

Presiden Jokowi yang baru tiba dari kunjungan kerja ke Bali langsung mengunjungi keluarga korban yang menunggu perkembangan atas pencarian pesawat Lion Air JT610 di Crisis Center, Terminal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sejak kabar hilang kontaknya pesawat nahas tersebut merebak Senin (29/10) pagi.

Pagi tadi, menurut Presiden, dirinya sudah memerintahkan kepada Basarnas, TNI, Polri,  Kementerian Perhubungan, dan dari pihak swasta agar 15 kapal yang berada di lokasi tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT610 malam ini tetap bekerja 24 jam melakukan pencarian korban musibah tersebut.

“Gunakan lampu untuk mempercepat pencarian terutama badan pesawat yang sampai saat ini belum ditemukan, meskipun lokasinya kurang lebih sudah diketahui,” pesan Presiden Jokowi.

Kepala Negara berharap nantinya apabila mendapatkan informasi-informasi dan lapangan akan disampaikan secara langsung secara rutin oleh Basarnas maupun oleh Menteri Perhubungan.

Bekerja Keras

Saat ditanya wartawan mengenai sanksi kepada Lion Air, Presiden Jokowi menegaskan, yang dikerjakan pemerintah saat ini adalah bekerja sekeras-kerasnya di lapangan di lokasi agar badan pesawat dan korban-korban yang ada segera diketemukan.

Nantinya, lanjut Presiden, secara detail KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan menyampaikan evaluasi sehubungan musibah yang menimpa pesawat Lion Air JT610 itu. “Bisa malam hari ini atau lusa besok, karena juga black box nya masih dalam pencarian,” ujarnya.

Mengenai masa pencarian, Presiden Jokowi mengaku belum membicarakan berapa lama akan dilakukan. “Semuanya sudah saya perintahkan untuk bekerja keras malam hari ini 24 jam, gunakan lampu sebanyak-banyaknya sehingga tetap bekerja di lapangan,” tegas Presiden.

Demikian juga soal uang santunan kepada keluarga korban, menurut Presiden, pemerintah masih berurusan dengan pencarian korban yang ada di lapangan, pencarian badan pesawat yang ada di lapangan.

Minta Keluarga Tenang

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mendapatkan laporan dari Menteri Perhubungan terkait dengan musibah pesawat Lion Air JT 610 dari Jakarta menuju ke Pangkal Pinang, Senin (29/10) pagi.

Segera setelah menerima laporan tersebut, menurut Presiden, dirinya langsung memerintahkan kepada Kepala Basarnas yang dibantu oleh TNI dan Polri untuk segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan secepat-cepatnya kepada korban.

“Kita melakukan upaya yang terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan korban, dan saya terus berdoa dan berharap korban akan segera ditemukan,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataannya, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali, Senin (29/10) siang.

Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengaku merasakan kerisauan yang mendalam dari seluruh keluarga korban. Namun, Presiden berharap para keluarga korban bisa tenang menunggu TIM SAR yang sekarang ini sedang bekerja keras di lokasi kejadian.

Menurut Presiden, dirinya juga telah memerintahkan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa ini, dan segera menyampaikan hasil penyelidikannya secepat-cepatnya.

“Sekali lagi kita masih fokus pada pencarian dan penyelamatan korban. Mohon doa dan dukungan dari kita semuanya,” tutur Presiden Jokowi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pesawat Boeing 737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik maskapai Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung (Babel), semula dilaporkan telah hilang kontak pada Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB.

Namun Badan SAR Nasional (Basarnas) telah menemukan puing-puing pesawat penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 itu, yang jatuh di perairan utara Karawang, Jawa Barat, dengan kedalaman 30-35 meter. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru