JAKARTA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi memiliki angkatan pertama Pegawai Negeri Sipil (PNS) hasil rekrutan mandiri. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono melantik 555 personel baru di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Seluruh aparatur baru ini berada di rentang usia produktif 20 hingga 35 tahun.
Pelantikan ini menandai peralihan krusial bagi Otorita IKN. pasalnya, selama ini, operasional lembaga otorita banyak bertumpu pada tenaga perbantuan dari kementerian atau lembaga lain.
Kehadiran 555 tenaga muda ini menjadi pondasi awal pembentukan korps birokrasi internal yang didesain khusus untuk mengelola ibu kota baru.
Dari total pegawai yang diambil sumpahnya, Basuki melantik 494 pegawai dalam pengangkatan pertama ke Jabatan Fungsional, serta 6 pegawai untuk kenaikan jenjang dan perpindahan jabatan fungsional.
Tuntutan Profesionalisme di Luar Sumpah Formal
Dalam arahannya, Basuki menekankan, tantangan terbesar di IKN saat ini bukan lagi sekadar menyelesaikan proyek fisik bangunan, melainkan menghidupkan ekosistem kota dan mengelola interaksi sosial masyarakat yang akan datang.
Basuki pun menginstruksikan para PNS muda ini untuk mengadopsi empat nilai kerja utama: kompetensi teknis, integritas yang melahirkan keberanian, loyalitas profesional, dan kemampuan inovasi.
“Loyal pada profesinya, bukan loyal pada individu pimpinan. Anda harus mempunyai professional loyalty,” tegas,” Basuki.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal, birokrasi IKN dituntut bergerak dinamis dan lepas dari budaya patronase (asal bapak senang) yang kerap menghambat efisiensi birokrasi konvensional.
Integritas dan kepatuhan pada aturan main dinilai menjadi instrumen utama agar tata kelola pemerintahan di IKN bersih sejak awal.
Gemblengan Militer dan Simbolisasi Lingkungan
Sebelum resmi menyandang status PNS, anak-anak muda dari berbagai daerah ini telah melewati fase indoktrinasi fisik dan mental yang ketat.
Otorita IKN menggandeng Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, dan ketahanan mental para peserta.
Basuki mengatakan, pendekatan ini menunjukkan, otorita membutuhkan aparatur yang siap beradaptasi dengan ritme kerja cepat dan tekanan tinggi di lapangan, mengingat target-target pemindahan ibu kota yang ketat.
Sebagai penutup rangkaian seremonial, para PNS baru ini melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Kusuma Bangsa. Aktivitas ini menjadi penegasan konsep sustainable forest city yang selama ini dikampanyekan oleh pemerintah untuk pembangunan IKN. (Web Warouw)

