Rabu, 10 Desember 2025

PASTI GAK NIH..? Wamensos Jabo: Sekolah Rakyat Akan Dibangun Merata di Seluruh Indonesia

JAKARTA – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Sekolah Rakyat akan dibangun merata di seluruh Indonesia, tidak hanya di wilayah pulau Jawa yang menjadi kantong kemiskinan.

“Jadi kita tidak kemudian memprioritaskan hanya di Jawa, di daerah miskin gitu, tapi di seluruh Indonesia. Karena memang perintahnya, satu Kabupaten atau Kota, harus satu sekolah,” ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Kantor Kemensos, Jakarta, dikutip Bergelora.com si Jakarta, Senin (24/11/2025).

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka pengentasan kemiskinan. Sekolah ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Meski begitu, lanjut Agus Jabo, bukan berarti Sekolah Rakyat kalah unggul dari sekolah lainnya.

Mulai dari pembangunan sarana prasarana, penyusunan kurikulum, hingga penyediaan SDM pendukung sangat diperhatikan prosesnya.

“Jadi dari situlah kemudian kita bisa menggambarkan bahwa Sekolah Rakyat ini adalah sekolah yang memang sekolah unggulan,” ucapnya.

“Bahkan kemudian dalam proses pendidikannya, kita tidak hanya proses pendidikan kolektif, tetapi kemudian kita juga meng-asesmen bakat-bakat dari siswa itu,” tambahnya.

Agus Jabo menjelaskan, fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat termasuk unggulan.

Para siswa mendapatkan sarana penunjang seperti seragam sekolah, alat tulis, tas, sepatu, alat kebersihan diri, bahkan laptop untuk masing-masing siswa.

Sedangkan, untuk prasarana juga lengkap, mulai dari kelas, asrama, dapur, ruang makan, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, sampai tempat pendidikan vokasi.

Disamping fasilitas mumpuni, kurikulumnya juga menggunakan pedekatan khusus yang disusun Kemendikdasmen.

Kurikulum ini dirancang dengan pendekatan Multi Entry-Multi Exit dan individual approach, yang memungkinkan siswa masuk kapan saja dan belajar sesuai capaian masing-masing, bukan berdasarkan tahun ajaran yang sama.

Disamping itu, setiap siswa juga melakukan DNA talent mapping untuk memetakan bakat dan potensinya, yang akan dikembangkan di Sekolah Rakyat.

“Karena memang perintahnya Pak Presiden, anak-anak ini disamping kemudian mereka harus cerdas, ya mereka juga harus punya karakter, mereka juga harus punya keterampilan,” tuturnya.

Selanjutnya, dalam mendidik anak-anak dari berbagai latar belakang, maka diperlukan SDM yang tidak hanya berkompeten, namun juga memiliki empati.

Lengkapi Perangkat Operator & Wali Asrama 

Terpisah dilaporkan, Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapan untuk melengkapi perangkat kerja bagi operator dan wali asrama Sekolah Rakyat sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan pendampingan siswa di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Senin, mengatakan pemenuhan perangkat, seperti laptop dan perlengkapan operasional lainnya, disiapkan agar proses input data, pengelolaan asrama, dan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.

“Misalnya laptop ataupun komputer untuk operator, Insya Allah, nanti akan dilengkapi perangkat yang dibutuhkan oleh para operator secara bertahap,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Dia menjelaskan pemenuhan perangkat tersebut dilakukan bertahap seiring penyelenggaraan Pelatihan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat, serta pelatihan pengaduan dan pengelolaan asrama bagi wali asuh dan wali asrama untuk memperkuat kemampuan teknis para pendamping.

Kementerian Sosial melaporkan total ada 526 orang operator, wali asuh atau wali asrama yang bertugas di 166 titik Sekolah Rakyat rintisan seluruh Indonesia.

Untuk itu Mensos menyebut pemenuhan perangkat, pelatihan, serta dukungan operasional secara bertahap ini merupakan komitmen Kementerian Sosial untuk memastikan Sekolah Rakyat berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan dampak langsung bagi anak-anak penerima manfaat.

“Terkait tunjangan operator dan wali-wali itu sudah ada ketentuan, mereka semua itu adalah pegawai pemerintah berstatus PPPK, jelas ya,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

166 Sekolah Rakyat 16.000 Siswa

Berdasarkan data Kementerian Sosial ada sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang dibangun pada tahun 2025 dengan kapasitas hampir 16 ribu siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Kementerian Sosial menargetkan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas teknologi pembelajaran modern, termasuk papan interaktif digital (IFP), laptop dengan akses jaringan internet, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama sebelum akhir tahun 2025.

Adapun untuk tahap awal, 166 sekolah rakyat rintisan yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut masih memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), dan fasilitas milik pemerintah daerah.

Lalu kemudian pemerintah bakal membangun gedung Sekolah Rakyat permanen setelah proses pembebasan lahan yang disiapkan pemerintah daerah selesai. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru