JAKARTA – Situasi warga di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki sempat mencekam ketika gunung itu mengalami erupsi dahsyat pada Senin (7/7/2025) pukul 11.05 Wita.
Paul Kabelen (28), warga Hokeng Jaya mengaku panik ketika desa-desa di lereng gunung itu gelap gulita diselimuti abu vulkanik. Tak lama berselang, hujan pasir, kerikil, dan batu melanda beberapa desa sekitar.
“Desa Boru, Dulipali, Klatanlo, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Nawakote, diterjang hujan abu, pasir, dan kerikil,” ucap Paul.
Warga melarikan diri ke desa lain menggunakan sepeda motor dan mobil. Beberapa pengendara yang hendak ke Larantuka maupun ke Maumere terpaksa berhenti mencari lokasi yang aman.
“Semua pada panik dan takut, situasinya sangat mencekam,” ucapnya.
Kondisi serupa juga dialami warga Bogantar, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Desa ini terpaut jarak sekitar 25 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Maria Margareta Holo, warga Bogantar, mengaku panik ketika mendengar suara gemuruh kuat.
Kepanikan bertambah ketika abu hitam menyelimuti desa disertai hujan pasir dan kerikil. Anak-anak hingga orang dewasa berteriak. Beberapa di antaranya lari meninggalkan kampung.
“Kami semua sangat panik dan takut. Situasi tadi sangat ngeri, berbeda dengan sebelumnya,” ucapnya.
Maria menambahkan, beberapa warga sudah mengungsi ke rumah keluarga dan Maumere. Mereka cemas erupsi serupa kembali terjadi.
Gunung Lewotobi Laki-laki meletus dahsyat pada Senin (7/7/2025) pukul 11.05 Wita. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini lebih kurang 6 menit 26 detik.
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, melaporkan letusan ini menciptakan ketinggian kolom abu mencapai belasan kilometer.
“Tinggi kolom abu teramati mencapai 18.000 meter di atas puncak sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut,” ujar Yosef, Senin.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut. Erupsi disertai suara dentuman kuat dan awan panas 5 kilometer ke arah utara, dan timur laut.
Bandara Maumere Ditutup
Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Nusa Tenggara Timur ditutup mulai sementara hari ini, Senin (7/7/2025) hingga Selasa (8/7/2025). Bandara Maumere ditutup imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Penyebaran Debu Vulkanik dari Satelit Darwin Volvanic Ash Advisory Center (VAAC), tidak terjadi letusan namun terdapat angin kencang di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki yang kemungkinan menyebabkan abu vulkanik menyebar dan menutupi jalur penerbangan dan/atau area pendekatan Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda, Partahian Panjaitan dalam keterangannya.
“Memberikan aspek keselamatan penerbangan maka bandara ditutup sementara. Terdapat beberapa rute yang terdampak yaitu Wings Air rute Maumere – Kupang, Wings Air rute Labuan Bajo – Maumere dan NAM Air rute Maumere – Kupang. Total jumlah calon penumpang yang terdampak sebanyak 501 penumpang,” ujar Partahian menambahkan.
Bandara Internasional Komodo Ditutup
Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Penutupan bandara ini diumumkan Kepala Bandara Internasional Komodo, Ceppy Triono, yang menjelaskan bahwa status bandara saat ini adalah “closed” atau tutup.
“Sudah dikeluarkan NoTAM close Bandara dari pukul 18.00 WITA hingga besok pagi pukul 07.00 Wita,” ungkap Ceppy saat dikonfirmasi pada Senin (7/7/2025) sore.
Saat Rapat Ceppy juga menambahkan bahwa aktivitas di Bandara Komodo sempat berjalan normal sejak pagi hingga siang hari sebelum penutupan diumumkan.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menyatakan bahwa sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki telah memasuki ruang udara Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
“Kami update informasi bahwa berdasarkan pantauan satelit Himawari, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah terdeteksi meluas hingga memasuki ruang udara Labuan Bajo dan sekitarnya,” ujar Maria saat dikonfirmasi pada Senin (7/7/2025) sore.
Maria menambahkan bahwa berdasarkan peta Volcanic Ash Advisory Darwin yang dikeluarkan pada pukul 11.30 Wita, poligon sebaran abu vulkanik diproyeksikan akan mencapai ruang udara Labuan Bajo pada pukul 17.30 Wita.
Namun, karena angin kencang, abu vulkanik tersebut cepat sampai di Labuan Bajo.
“Karena anginnya cukup kencang. Monsun Australia kembali menguat,” pungkasnya.
24 Penerbangan di Bali Batal
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada 7 Juli 2025 membuat sekitar 24 penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali batal diberangkatkan.
“Berdasarkan data yang kami terima hingga Senin (7/7) pukul 15.30 WITA, beberapa maskapai yang melayani penerbangan rute Labuan Bajo, Australia, Singapura, dan Korea Selatan terkonfirmasi mengalami pembatalan (cancel) serta penundaan (delay).” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmas Syaugi Shahab, Senin (17/7/2025).
Penerbangan yang mengalami pembatalan antara lain adalah penerbangan dari maskapai Virgin Australia yang batal menerbangkan 6 penerbangan rute Melbourne, Gold Coast, dan Sydney.
Sementara itu 16 penerbangan Jetstar Airways rute Melbourne, Brisbane, Cairns, Perth, Adelaide, Sydney, Singapura dan 2 penerbangan Airasia Indonesia rute Labuan Bajo juga dibatalkan.
Sementara itu, beberapa maskapai mengalami penundaan perjalanan diantaranya Qantas Airways tujuan Sydney dan Melbourne serta penerbangan dari maskapai Air Busan tujuan Busan. (Web Warouw)

