Jumat, 12 April 2024

SBY Pancing Ketegangan Sosial Politik

JAKARTA- Pernyataan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal adanya perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif berpolitik disinyalir bertujuan memancing ketegangan sosial politik.

 “Pernyataan SBY akan jadi pemantik ketegangan sosial politik menjelang Pilpres,” demikian Ketua Setara institut, Hendardi kepada Bergelora.com, di Jakarta, Selasa (3/6).

Menurutnya justru pernyataan itu akan menimbulakan kegaduhan dan menjadi pembenaran bagi tindakan ketidak puasan pada hasil Pilpres.

“Pernyataan itu hanya menimbulkan kegaduhan politik dan potensial digunakan menjadi pembenar tindakan tertentu atas ketidakpuasan menerima hasil Pilpres,” ujarnya lagi.

Menurutnya, semestinya SBY cukup menghimbau TNI-Polri netral. Jika ada yang tidak netral, panggil dan tegur.

“Apalagi SBY adalah panglima tertinggi. Tidak perlu mengumbar kata. Itu cara komunikasi politik buruk presiden SBY yang berulang kali terjadi,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu Presiden SBY mengumpulkan perwira-perwira tinggi TNI dengan tujuan memberikan peringatan bahwa ada beberapa perwira TNI aktif yang sudah berpihak pada salah satu calon presiden.

“Saya minta kita tetap berpegang pada sapta marga yaitu tetap netral terhadap politik,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya mendengar, beberapa perwira mengatakan secara diam-diam agar tidak perlu lagi mengikuti perintah SBY.

“Mereka bilang jangan ikuti perintah saya, karena seperti kapal saya akan karam,” papar presiden dihadapan ratusan perwira TNI di Jakarta. (Dian Dharma Tungga)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru