Sabtu, 15 Juni 2024

SELAMATKAN RAKYATNYA..! Nurul Arifin Serukan Dukungan untuk UN Women: Indonesia Dorong Perdamaian di Gaza

JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi I, Nurul Arifin, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, secara tegas menyuarakan dukungannya terhadap upaya UN Women dalam menangani dampak konflik di Gaza. Data terbaru menunjukkan lebih dari 10 ribu perempuan Palestina di Rafah tewas akibat serangan yang berlangsung sejak Oktober 2023. Nurul Arifin menggarisbawahi pentingnya perhatian internasional untuk mengakhiri penderitaan yang dialami oleh perempuan dan anak-anak di wilayah konflik tersebut.

“Dalam konflik seperti di Gaza, perempuan dan anak-anak selalu menjadi korban utama. Upaya UN Women dalam memberikan bantuan sangatlah krusial dan patut diapresiasi,” ujar Nurul Arifin saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Nurul Arifin menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk mendukung perdamaian di Gaza melalui jalur diplomasi dan bantuan kemanusiaan. Anggota DPR RI dari Dapil Jabar 1 ini mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat dukungan mereka terhadap inisiatif-inisiatif yang bertujuan melindungi warga sipil.

“Sebagai bagian dari komunitas internasional, kita harus menghentikan segala bentuk kekerasan dan memastikan hak asasi manusia dihormati. Indonesia akan terus mendorong solusi damai melalui dialog dan kerja sama internasional,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil sesuai hukum internasional. Selain itu, dukungan psikososial kepada perempuan dan anak-anak yang terdampak perang serta perluasan program pemberdayaan ekonomi akan menjadi fokus utama untuk membantu mereka membangun kembali kehidupan.

Nurul Arifin juga menyerukan penggalangan dukungan dari negara sahabat dan organisasi internasional untuk bersama-sama menekan agar konflik segera berakhir dan bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza tanpa hambatan.

“Peran kita sangat penting dalam upaya ini. Mari kita bersama-sama menciptakan dunia yang lebih damai dan adil, di mana setiap orang, tanpa terkecuali, bisa hidup dengan aman dan bermartabat,” ungkap Nurul Arifin.

Sementara itu kepada Bergelora.com si Jakarta dilaporkan, PBB pada Selasa (28/5) menegaskan gambaran suram menyusul serangan udara yang dilakukan Israel di sebuah kamp di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan pada Minggu (26/5), mengungkapkan sedikitnya 200 orang terbunuh.

“Menurut beberapa sumber medis asing yang berbicara kepada tim kami, sedikitnya 200 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan tersebut,” kata direktur komunikasi Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) Juliette Touma, saat konferensi pers secara virtual.

Menggarisbawahi akibat serangan yang “sangat besar”, Touma menekankan peristiwa tersebut “secara umum menambah rasa takut akan kematian”.

Menurut Touma, pengungsian masih berlangsung, mengingat lebih dari satu juta orang meninggalkan Kota Rafah sejak 6 Mei.

Touma mengindikasikan mereka sebelumnya mengungsi di berbagai lokasi, tetapi pemboman besar-besaran di daerah itu terus berlanjut.

Dia mengatakan hanya 200 truk bantuan yang dapat masuk ke wilayah tersebut dalam tiga pekan terakhir.

“Tentunya terjadi penurunan di tengah kebutuhan kemanusiaan masyarakat, karena jumlah kebutuhan terus bertambah.”

“Yang dibutuhkan Gaza adalah 500 truk dan jumlah itu harus gabungan pasokan komersial dan pasokan kemanusiaan,” kata dia.

Sedikitnya 45 orang tewas dan hampir 250 orang terluka akibat serangan Israel. Ledakan juga terjadi di dekat pangkalan logistik UNRWA di Tal al-Sultan, demikian menurut Kantor Media Pemerintah yang berbasis di Gaza. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru